Patitimes.com- Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Apple, dikabarkan tengah menyiapkan langkah strategis besar untuk memperkuat kemampuan kecerdasan buatan (AI) pada asisten suara miliknya, Siri.
Menurut laporan terbaru dari Bloomberg, Apple berencana menjalin kerja sama dengan Google dengan menggunakan versi khusus dari model AI mutakhir milik raksasa teknologi tersebut, yakni Gemini.
Langkah ini menunjukkan ambisi Apple untuk menghadirkan asisten suara yang lebih cerdas, responsif, dan mampu bersaing dengan rival di pasar AI global.
Investasi Fantastis Apple untuk AI Gemini
Mark Gurman, jurnalis senior Bloomberg yang fokus pada perkembangan Apple, melaporkan bahwa perusahaan akan membayar Google sekitar 1 miliar dolar AS per tahun atau setara dengan Rp16 triliun (kurs Rp16.711) untuk memperoleh akses ke teknologi Gemini.
Angka ini menegaskan besarnya komitmen Apple untuk mengembangkan AI Siri ke level berikutnya. Penggunaan model AI dari Google diharapkan memungkinkan Siri memberikan respons lebih cepat, lebih akurat, dan lebih relevan dalam berbagai konteks, baik untuk pengguna iPhone, iPad, maupun ekosistem Apple lainnya.
Apple akan menjalankan model Gemini khusus di server Private Cloud Compute miliknya. Meskipun demikian, Apple tetap akan menggunakan model internal untuk beberapa fitur Siri, memastikan kontrol penuh terhadap data pengguna dan privasi yang menjadi ciri khas perusahaan.
Gemini sendiri dirancang menggunakan 1,2 triliun parameter, jauh lebih besar dibandingkan model Apple Intelligence berbasis cloud yang saat ini hanya menggunakan 150 miliar parameter. Jumlah parameter yang sangat besar ini memungkinkan Siri menafsirkan konteks pertanyaan dengan lebih baik dan memberikan jawaban yang lebih manusiawi.
Pertimbangan Model AI Lain Sebelum Memilih Google
Sebelumnya, pada bulan Juni 2025, Bloomberg melaporkan bahwa Apple mempertimbangkan model AI dari beberapa perusahaan lain, termasuk OpenAI dan Anthropic, untuk mendukung pengembangan Siri baru.
Namun, setelah melalui pertimbangan matang, Apple akhirnya memutuskan untuk bermitra dengan Google. Perjanjian ini bersifat terpisah dari rencana Apple untuk mengintegrasikan fitur chatbot Gemini ke dalam Siri, mirip dengan kolaborasinya sebelumnya dengan ChatGPT.
Pilihan Apple untuk bekerja sama dengan Google menegaskan bahwa perusahaan ingin mempercepat evolusi Siri tanpa harus membangun seluruh teknologi dari awal. Meskipun demikian, Apple tetap melanjutkan pengembangan AI internalnya, dengan tujuan jangka panjang untuk mungkin menggantikan Gemini dengan teknologi buatan sendiri.
Strategi ini menunjukkan pendekatan ganda Apple: memanfaatkan keunggulan teknologi pihak ketiga sembari tetap berinvestasi untuk kemandirian AI di masa depan.
Waktu Peluncuran Siri Baru dan Integrasi AI Pihak Ketiga
Minggu lalu, CEO Apple, Tim Cook, menyampaikan kepada para investor bahwa Siri versi terbaru akan hadir pada musim semi mendatang. Siri baru ini tidak hanya akan memanfaatkan model Gemini, tetapi juga membuka peluang integrasi AI pihak ketiga lainnya dengan ekosistem Apple Intelligence.
Hal ini memberi tanda bahwa Apple berencana memperluas kapabilitas AI-nya untuk mendukung berbagai aplikasi, mulai dari asisten pribadi hingga layanan produktivitas dan hiburan di seluruh perangkat Apple.
Dengan integrasi Gemini, Siri diharapkan mampu menyaingi kompetitor utama seperti Google Assistant, Amazon Alexa, dan ChatGPT dalam hal kemampuan menjawab pertanyaan kompleks, memahami konteks percakapan, dan memberikan rekomendasi yang lebih personal.
Keunggulan lain yang ditawarkan adalah keamanan dan privasi data pengguna yang tetap dijaga, karena model Gemini akan dijalankan di server milik Apple sendiri.
Mengapa Apple Memilih Google?
Keputusan Apple untuk bekerja sama dengan Google bukan tanpa alasan. Google dikenal memiliki keunggulan di bidang AI, terutama melalui model Gemini yang mampu menangani data dalam skala besar dan kompleks.
Kemitraan ini memungkinkan Apple memperoleh akses teknologi mutakhir tanpa harus sepenuhnya mengandalkan pengembangan internal, yang bisa memakan waktu bertahun-tahun. Selain itu, model Gemini juga menawarkan fleksibilitas tinggi, sehingga Apple dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan Siri dan ekosistem Apple.
Apple juga menyadari persaingan ketat di pasar AI global. Dengan semakin banyaknya perusahaan teknologi yang menghadirkan AI canggih, termasuk ChatGPT dari OpenAI dan AI generatif dari Anthropic, Apple harus memastikan Siri tetap relevan dan kompetitif. Integrasi Gemini menjadi langkah penting untuk menjaga posisi Siri sebagai salah satu asisten suara terdepan di dunia.
Langkah strategis Apple bekerja sama dengan Google untuk menggunakan model AI Gemini menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan Siri yang lebih cerdas dan adaptif. Dengan investasi tahunan sebesar 1 miliar dolar AS, penggunaan 1,2 triliun parameter, serta rencana peluncuran musim semi mendatang, Siri diharapkan mampu bersaing di level global.
Sementara itu, Apple tetap mengembangkan AI internalnya, menyiapkan kemungkinan untuk menggantikan Gemini di masa depan, sekaligus menjaga privasi dan keamanan data pengguna sebagai prioritas utama.
markom Patitimes.com















