Puluhan Orang Geruduk Kantor Bupati Pati, Minta Kejelasan Pencairan Dana Beasiswa

Pati, Patitimes.com – Kantor Bupati Pati sempat digeruduk puluhan warga yang menuntut pencarian dana Beasiswa Garuda. Sejumlah orang tua penerima beasiswa mengklaim bahwa dana tersebut belum cair selama 3 bulan terakhir.

Perwakilan mahasiswa berkumpul di depan Kantor Bupati Pati pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka kemudian diterima untuk beraudiensi dengan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra terkait pencairan dana beasiswa tersebut.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan bahwa pencairan dana beasiswa terhadap sekitar seratusan penerima akan dilakukan mulai minggu depan. Adapun mekanisme penyaluran dana akan dilakukan setiap tiga bulan sekali.

“Rencana minggu depan sudah kita laksanakan pengiriman 3 bulan yang tertunda,” kata Chandra.

Baca Juga :  Perjalanan Bupati Sudewo Usai OTT KPK, dari Kudus ke Semarang Hingga Tiba di Jakarta

“Untuk 3 bulan ke depan itu, bulan depan kita kirimkan hak-hak penerima beasiswa. Karena memang ini tanggung jawab,” lanjut dia.

Ia turut menjelaskan alasan pencarian dana baru bisa dilakukan minggu depan karena sejumlah kendala. Menurutnya, beberapa perusahaan sebagai donatur baru mencairkan anggaran awal bulan Juli 2026 ini, sedangkan uang dari Baznas baru turun minggu kemarin.

“Uangnya baru turun minggu kemarin dari Baznas akan membantu,” ungkap dia.

“Dari bank BPD Jateng 1 Juli baru keluar. Perusahaan baru akhir Juni, beberapa perusahaan belum ngabarin ke kita,” jelasnya.

Menurut keterangan perwakilan mahasiswa, dana besiswa yang diberikan dari Pemkab Pati senilai Rp 1 juta per bulan. Dana tersebut memang cukup membantu biaya pendidikan bagi orang tua dan mahasiswa di tengah ekonomi yang sulit.

Baca Juga :  KPK Jadwalkan Pemeriksaan Bupati Pati Sudewo Terkait Kasus Suap Pembangunan Jalur Kereta Api

“Ketika belum audiensi ini kami sudah iuran atau donasi untuk anak-anak yang benar-benar membutuhkan, karena tadi ada yang drop out sampai ada yang keluar dari kos tidak bayar,” kata Gito di lokasi.

“Ini memang kemarin program dari Pak Sudewo, dan saat itu disampaikan kepada warga dan SK ada. Bahwa anak-anak yang kuliah kurang mampu mendapatkan beasiswa Rp 1 juta setiap bulan,” lanjut dia. (*)