Patitimes.com – Seorang istri di Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas, tega merencanakan aksi pembunuhan terhadap suaminya karena ingin menikah lagi. Pelaku inisial IF (61) itu diduga bekerja sama dengan dua orang lainnya untuk menghabisi nyawa EYS (67).
Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, mengatakan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan tindakan spontan, melainkan telah direncanakan sebelumnya. Ia juga membenarkan adanya dugaan motif asmara dalam kasus ini.
“Menurut hasil penyelidikan sementara, motif di balik peristiwa ini diduga berkaitan dengan keinginan tersangka untuk menjalin hubungan dan menikah dengan pihak lain, yang saat ini penanganannya masih dalam berkas terpisah,” kata Petrus, Senin (28/6/2026), dikutip Detik.
“Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan turut serta menghilangkan nyawa korban secara terencana. Ini bukan tindakan spontan, melainkan telah dipersiapkan sebelumnya,” terang dia.
Saat ini, IF telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, berupa pakaian korban yang berlumuran darah, seprai, potongan kayu, pisau, kabel WiFi, rekaman CCTV dalam flashdisk, dokumen pribadi, hingga handphone milik tersangka.
Berdasarkan penyelidikian, tersangka tidak beraksi sendirian, melainkan bekerja sama dengan dua orang lainnya untuk melakukan eksekusi terhadap korban.
“Intinya ini yang sudah kita tetapkan tersangka istrinya. Kalau yang lain memang masih ada yang kita lakukan pengejaran. Kemungkinan ada terduga pelaku lainnya,” terang Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan.
Sebelumnya, seorang bos bengkel berinisial EYS (67) ditemukan tewas di rumahnya di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, pada Sabtu (27/6/2026). Saat ditemukan, kondisi mayat korban sudah terbaring di kamar tidur dan ditutupi kain oleh sang istri.
“Jasadnya berada di kamar tidur. Ada luka di kepala, memar di bagian kepala. Tubuhnya sudah ditutupi kain, kemungkinan sama istrinya. Untuk melihat lukanya kainnya dibuka sedikit,” kata Nartim, ketua RT setempat.
“Dari tetangga yang lihat pertama kali jasadnya juga sudah curiga ini meninggalnya tidak wajar. Kemungkinan besar dibunuh karena ada luka, itu ada darah mengalir dari telinga,” lanjut dia. (*)
Redaksi Patitimes.com


















