Pati, Patitimes.com – Banjir di Pati mulai surut, sehingga jumlah daerah yang terdampak mengalami penurunan. Sejak ditetapkannya tanggap bencana, tercatat lebih dari 100 desa, namun kini mengalami penurunan menjadi 51 desa yang masih terdampak.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, meski beberapa daerah sudah mulai surut, pihaknya tetap meminta warga waspada karena risiko masih tinggi. Pemkab Pati juga telah memperpanjang masa tanggap darurat hingga 6 Februari 2026 mendatang.
“Perpanjangan status tanggap darurat ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana di lapangan,” ujar Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra beberapa hari lalu.
Lebih lanjut, Plt Bupati Chandra mengatakan bahwa di beberapa wilayah, banjir memang sudah menjadi bencana tahunan. Maka dari itu, dibutuhkan penanganan jangka panjang, termasuk kemungkinan relokasi.
“Ke depan, ada wilayah-wilayah yang perlu solusi lebih permanen, termasuk kemungkinan relokasi atau penyediaan lahan baru bagi warga terdampak,” katanya, dikutip Kompas.
Pemkab Pati saat ini mengharapkan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait penanganan banjir. Dengan demikian, upaya tersebut bisa lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan bahwa perpanjangan status tanggap darurat bencana ada di tangan daerah masing-masing. Pihaknya hanya mendukung dan memfasilitasi sesuai kebutuhan daerah,
“Penetapan status tanggap darurat bencana itu bersifat kedaerahan. Pemerintah provinsi berada pada posisi mendukung dan memfasilitasi sesuai kebutuhan di daerah,” ujar Sumarno, Minggu (25/1/2026). (*)
Redaksi Patitimes.com


















