Pemkot Semarang Bangun Ekosistem Perfilman Melalui Lawang Sewu Short Film Festival 2026

Semarang, Patitimes.com – Sebagai bagian dari upaya pembangunan ekosistem perfilman yang hidup di Ibu Kota Jawa Tengah, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menghadirkan sebuah agenda festival film pendek bertajuk Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026.

Melalui kolaborasi dari komunitas, akademisi, hingga pelaku industri, pemerintah berharap ajang LOFF 2026 ini mampu menjadi mesin regenerasi talenta kreatif sekaligus motor penggerak sektor pariwisata, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dan industri hospitality di Kota Semarang.

Pada malam puncaknya tanggal 22 Oktober 2026 mendatang, kompetisi ini akan memperebutkan sejumlah penghargaan, termasuk dengan nominasi Film Pendek Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Penyunting Terbaik, Pemeran Terbaik, hingga Film Pendek Favorit.

Baca Juga :  Tangani Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Sistem Pompa Hingga Pengerukan Kolam Retensi

Dalam hal ini, LOFF 2026 telah mulai dibuka tahap pendaftaran siaran karya (open submission) dengan dua jalur yaitu pendanaan (film fund) dan kompetisi, terhitung sejak 1 Juni 2026. Jalur film fund dibuka hingga 15 Juli 2026, sementara jalur kompetisi ditutup pada 1 September 2026.

Untuk itu, Wali Kota (Walkot) Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengajak para anak muda di Kota Semarang beserta sejumlah sineas kreatif seluruh Indonesia untuk segera melakukan pengiriman karya terbaiknya sebelum batas waktu penutupan.

“Jangan ragu untuk mulai berkisah, suarakan perspektif kalian secara jujur, dan manfaatkan kesempatan emas ini sebagai pintu masuk menuju industri sinema yang lebih luas,” tegas Agustina, belum lama ini.

Baca Juga :  Pemkot Semarang Serahkan Bantuan 20 Ribu Al-Quran untuk Program Belajar Mengaji Sesuai RPJMD

Salah satu yang difokuskan pada ajang LOFF 2026 ini adalah ruang kompetisi berskala nasional melalui Lawang Sewu Film Competition (Kompetisi Film Pendek), yang dibuka untuk kategori pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia.

Menurut Agustina, tema yang diusung dalam jalur Kompetisi Film Pendek ini adalah ‘Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia’, yang bertujuan menghadirkan panggung bagi para sineas untuk mengangkat identitas, pariwisata, sejarah, serta dinamika budaya Kota Semarang dalam karya visual.

Nantinya, distribusi dan sejumlah film tersebut dapat dijadikan sebagai sebuah strategi promosi daerah yang sangat efektif.

Masyarakat umum di seluruh Indonesia yang ingin mendaftarkan proposal ide cerita maupun karya film pendek terbaiknya dapat mengakses panduan teknis melalui situs resmi lawangsewufilmfest.semarangkota.go.id. (Adv)