Semarang, Patitimes.com – Terungkap penyebab kematian bayi yang dibuang sejoli muda di Bandungan, Semarang, beberapa waktu lalu. Bayi tersebut diduga sempat ditarik paksa saat proses kelahiran.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menyampaikan korban meninggal dunia karena habis napas. Menurut hasil autopsi, saat persalinan belum selesai, pelaku diduga menarik leher bayi agar segera keluar.
“Penyebab matinya itu ada habis napas ya. Habis napas karena ketika persalinan belum selesai berusaha ditarik. Ditarik itu kan megangnya leher, ya hasil autopsinya seperti itu,” kata dia, Rabu (9/9/2026), dikutip Detik.
Pelaku sempat mengira bayinya meninggal saat lahir. Namun, berdasarkan pemeriksaan, kemungkinan bayi masih hidup. Kedua pelaku terlanjut panik, sehingga memutuskan membuang bayi itu dengan dibungkus daster di kebun Dukuh Kropoh, Desa Duren.
“Dikira oleh pelaku anak itu meninggal secara natural karena mungkin tidak bisa, tapi dari hasil autopsi itu bisa hidup di luar kandungan,” ujar Bodia.
Diberitakan sebelumnya, dua pelaku pembuangan jasad bayi inisial WAP (19) dan VA (17) ditangkap. Keduanya merupakan orang tua kandung dari korban. Mereka disebut masih berstatus pacaran, namun melakukan hubungan seks hingga VA hamil.
“Modusnya bahwa tersangka WAP (19) dan pelaku anak VA (17) menjalani hubungan pacaran dan melakukan hubungan di luar nikah hingga VA mengalami kehamilan,” kata Bodia.
“Setelah mengetahui kehamilan tersebut sebenarnya ingin memberi tahu orang tua. Namun karena merasa malu dan belum berani sehingga sampai terjadi proses persalinan sendiri,” lanjut dia.
VA akhirnya melakukan persalinan mandiri di rumahnya sendiri, lalu bayinya dibawa oleh kekasihnya ke pekarangan untuk dikuburkan.
“Melahirkannya jam 02.30 WIB dini hari. Dia komunikasi dengan tersangka, tersangka inilah yang siangnya ngambil mayat tersebut untuk dikuburkan. (Menggali lubangnya menggunakan) linggis,” ujar Bodia. (*)

















