Patitimes.com – Konten dalam majalah resmi Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur mengundang kontroversi. Pasalnya, majalah itu memuat bahwa organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di bawah naungan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Menanggapi hal ini, GMNI Komisariat FISIP Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut mengecam keras. Ketua GMNI FISIP UNY, Cahaya Nada Pratama, menyebut narasi itu tidak berdasarkan pada kajian akademis dan menyesatkan sejarah
“Ini adalah bentuk penyesatan sejarah yang dilemparkan tanpa kajian akademis yang matang, tanpa data yang valid, serta mengabaikan dinamika panjang perjalanan organisasi kami dan bangsa ini,” ujar Cahaya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/9/2026).
Cahaya menegaskan, jika narasi tersebut dibiarkan berkembang, akan berpotensi memicu kesalahpahaman serius di tengah masyarakat. Maka dari itu, pihaknya mendesak redaksi majalah Kemenag Jatim untuk segera melakukan klarifikasi secara terbuka.
Selain itu, Kemenag Jawa Timur diminta lebih selektif, objektif, dan berbasis pada riset dalam mempublikasikan konten agar tidak menjadi sumber hoaks.
Menurut penjelaskannya, GMNI didirikan pada 23 Maret 1954 dengan berlandasan Marhaenisme ajaran Bung Karno dan Pancasila 1 Juni 1945. Pihaknya tetap pada komitmen keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Secara institusional, GMNI memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta garis ideologi yang sangat kontras dengan PKI. Salah satu bukti historisnya, GMNI bertahan dan terus berkontribusi bagi negara pasca peristiwa 1965.
“GMNI akan terus berdiri teguh menjaga marwah organisasi, meluruskan informasi yang keliru, dan mengawal nilai-nilai kebangsaan. Ruang publik kita harus diisi oleh kebenaran sejarah, bukan narasi tuduhan yang menyesatkan,” tambahnya. (*)















