Berikan Andil 30%, Kota Semarang Jadi Daerah dengan Pengendalian Inflasi Terbaik Jawa Tengah

Semarang, Patitimes.com – Kota Semarang secara resmi berhasil tercatat sebagai daerah dengan pengendalian inflasi terbaik di Provinsi Jawa Tengah, dengan memberikan andil sebesar 30 persen terhadap pembentukan angka inflasi tingkat regional.

Wali Kota (Walkot) Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan bahwa pencapaian tersebut didapat dari lahirnya inovasi program bertajuk “Pak Rahman” (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman), yang terbukti memberi dampak makro terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Dalam hal ini, program “Pak Rahman” merupakan sebuah inovasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang bertujuan untuk melakukan penjagaan terhadap stabilitas harga dan ketahanan pangan, dengan cara menyediakan bahan pokok berkualitas di bawah harga pasar.

Baca Juga :  Gandeng KPK, Wali Kota Semarang Sigap Benahi Birokrasi Pemkot

Salah satu di antara terciptanya program tersebut adalah lantaran sistem gotong royong dengan melibatkan banyak pihak mulai dari instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bulog, swasta, hingga para pelaku usaha pangan.

“Efektivitas sistem gotong royong dalam pengendalian pangan tersebut sebenarnya berakar kuat dari modal sosial toleransi masyarakat Kota Semarang yang sudah terjaga ratusan tahun,” ujar Agustina, belum lama ini.

“Karakter kebersamaan itu tercermin dari filosofi makhluk imajiner Warak Ngendog ciptaan para budayawan 142 tahun lalu, di mana pertemuan lintas budaya harus menghasilkan ‘telur’ atau jalan keluar yang saling menguntungkan secara ekonomi,” lanjutnya.

Akar budaya tolerasi dan kemandirian ekonomi yang terdapat dalam Warak Ngendog sebagai sebuah ikon mitologi khas Kota Semarang itu juga memicu lonjakan sektor pariwisata lainnya, yaitu melalui revitalisasi kawasan Kota Lama secara berkesinambungan sejak tahun 2020.

Baca Juga :  Semarang Didorong Jadi Kota Percontohan Ekonomi Hijau Nasional Melalui Proyek PSEL

Bahkan berdasar pada inisiasi transformasi tersebut, kawasan Kota Lama saat ini dinyatakan sukses membawa Kota Semarang meraih angka kunjungan wisatawan tertinggi di Provinsi Jawa Tengah selama empat tahun berturut-turut.

“Kunci membangun kota masa depan yang tangguh ada pada ruang dialog, kolaborasi antar-daerah, dan keberanian untuk turun langsung membuat gerakan bersama di lapangan demi kesejahteraan warga,” pungkas Agustina. (Adv)