Patitimes.com – Kabar duka kembali mengguncang masyarakat. Seorang bocah berusia 9 tahun yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (17/12/2025). Peristiwa ini menyita perhatian publik karena korban merupakan anak dari Maman Suherman, Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon.
Korban berinisial MAHM ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya. Tragedi ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang mengoyak rasa kemanusiaan masyarakat, setelah sebelumnya publik dihadapkan pada musibah banjir besar di Sumatra serta kasus pembunuhan dalam lingkup keluarga di Medan.
Kronologi Penemuan Bocah 9 Tahun Tewas di Cilegon
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB. Saat itu, Maman Suherman tengah berada di luar rumah untuk bekerja. Ia menerima panggilan telepon darurat dari anak keduanya yang berinisial D, yang saat kejadian berada di rumah bersama korban.
Dalam kondisi panik, D meminta pertolongan dan memberi tahu bahwa kakaknya tergeletak bersimbah darah. Mendapat kabar tersebut, Maman segera pulang ke rumahnya yang berada di kawasan permukiman elit di Cilegon.
Sesampainya di rumah, Maman mendapati MAHM dalam posisi tengkurap di kamar tidur dengan kondisi luka parah. Tanpa menunda waktu, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum mendapat penanganan lebih lanjut.
Hasil Pemeriksaan Awal: Puluhan Luka di Tubuh Korban
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami 19 luka tusukan akibat benda tajam serta tiga luka memar yang diduga disebabkan benda tumpul. Temuan ini mengindikasikan adanya tindak kekerasan serius yang menyebabkan kematian korban.
Menyadari adanya dugaan tindak pidana, Maman Suherman segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian sekitar pukul 15.00 WIB. Laporan ini langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian setempat.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Periksa Saksi
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang di sekitar rumah korban guna mengamankan lokasi dan mencegah kontaminasi barang bukti.
Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi, termasuk anggota keluarga dan pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi kejadian. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif pembunuhan bocah tersebut.
Dugaan Perampokan Masih Didalami
Humas DPW PKS Banten, Kusuma Nirmala, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi awal, peristiwa tersebut diduga bermula dari aksi perampokan. Disebutkan, korban diduga memergoki pelaku saat beraksi, sehingga pelaku panik dan melakukan penusukan berulang kali.
Namun, dugaan tersebut masih terus didalami oleh pihak kepolisian. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan barang berharga yang hilang dari rumah korban. Hal ini membuat motif perampokan belum dapat dipastikan.
Selain itu, polisi juga menemukan fakta bahwa kamera CCTV di dalam rumah sudah tidak berfungsi selama sekitar dua minggu sebelum kejadian. Kondisi ini menyulitkan proses identifikasi pelaku melalui rekaman visual.
Sebagai langkah lanjutan, aparat kini berupaya mengumpulkan rekaman CCTV dari rumah warga dan fasilitas umum di sekitar lokasi untuk melacak pergerakan mencurigakan sebelum dan sesudah kejadian.
Polisi Minta Publik Bersabar
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait motif maupun pelaku pembunuhan. Seluruh temuan akan disampaikan secara resmi setelah proses penyelidikan dan pengumpulan bukti dinyatakan cukup.
Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian aparat penegak hukum, tetapi juga menggugah empati publik luas. Tragedi yang menimpa seorang anak di bawah umur kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak serta keamanan lingkungan tempat tinggal.
Kasus tewasnya bocah 9 tahun di Cilegon yang merupakan anak petinggi PKS masih dalam tahap penyelidikan intensif. Polisi terus mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan menelusuri kemungkinan motif, termasuk dugaan perampokan. Publik diharapkan menunggu hasil resmi dari aparat penegak hukum demi kejelasan dan keadilan bagi korban serta keluarganya.
markom Patitimes.com















