Indonesia–Peru Sepakati CEPA, Presiden Prabowo: Peluang Besar Tingkatkan Perdagangan dan Akses Pasar

Patitimes.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa penandatanganan Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) merupakan langkah strategis yang akan membuka peluang besar bagi perluasan akses pasar dan peningkatan volume perdagangan antara kedua negara. Kesepakatan ini disambut positif sebagai wujud komitmen memperkuat kerja sama bilateral yang telah terjalin selama lima dekade.

“Penandatanganan CEPA ini akan membuka peluang besar untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan perdagangan antara Indonesia dan Peru,” ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama Presiden Peru, Dina Boluarte, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/8).

Perundingan CEPA Selesai Dalam Waktu Singkat

Presiden Prabowo turut mengapresiasi kecepatan proses perundingan CEPA yang diselesaikan hanya dalam waktu 14 bulan. Ia menilai ini sebagai pencapaian luar biasa, mengingat negosiasi kerja sama serupa dengan negara lain kerap memakan waktu bertahun-tahun.

“Biasanya, negosiasi seperti ini bisa menggantung bertahun-tahun. Tapi dengan Peru, hanya butuh 14 bulan. Ini menunjukkan komitmen tinggi kedua negara,” ungkapnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Sambut Kesepakatan IEU-CEPA, Optimistis Perdagangan Indonesia-Uni Eropa Makin Maju

CEPA Indonesia–Peru menjadi simbol keseriusan dalam mempererat hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara, sekaligus memperluas kolaborasi lintas sektor dalam jangka panjang.

Kunjungan Bersejarah Presiden Peru

Kunjungan kenegaraan Presiden Dina Boluarte ke Indonesia bertepatan dengan momen penting, yakni 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Peru yang jatuh pada tanggal 12 Agustus 2025. Prabowo menyebut kunjungan ini sebagai tonggak sejarah, karena merupakan kunjungan pertama presiden Peru ke Indonesia sejak hubungan bilateral dibuka pada tahun 1975.

“Kunjungan ini sangat bersejarah, bukan hanya karena peringatan 50 tahun hubungan diplomatik, tapi juga karena ini kunjungan pertama dari kepala negara Peru ke Indonesia sejak 1975,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna, tanda kehormatan tertinggi Indonesia, kepada Presiden Boluarte. Sebagai balasan atas penghargaan ini, sebelumnya pada November 2024, Prabowo juga telah menerima The Grand Cross of the Order of the Sun of Peru, penghargaan tertinggi dari pemerintah Peru.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto Tanggapi Kesepakatan Dagang Final yang Diumumkan Donald Trump

Kolaborasi Strategis Lintas Sektor

Selain penandatanganan CEPA, Indonesia dan Peru juga mengeluarkan deklarasi bersama untuk memperingati 50 tahun kerja sama. Dalam deklarasi tersebut, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi di berbagai bidang strategis, antara lain:

  • Pemberantasan perdagangan narkotika ilegal
  • Ketahanan pangan
  • Pertambangan dan sumber daya alam
  • Transisi energi bersih dan berkelanjutan
  • Sektor perikanan dan kelautan
  • Kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan

“Kami berkomitmen memperkuat kerja sama di semua sektor untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan stabilitas kawasan,” jelas Prabowo.

Dukungan terhadap Palestina dan KTT APEC 2024

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas sikap Peru yang mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dan mendorong tercapainya solusi dua negara dalam konflik Israel–Palestina.

“Sikap Peru yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina sangat kami hargai. Ini menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang sama-sama kita pegang,” tutur Prabowo.

Ia juga menegaskan dukungan Indonesia terhadap kepemimpinan Peru dalam Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2024, sekaligus menyatakan kesiapan Indonesia untuk memperkuat kemitraan antara ASEAN dan Peru ke depan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Sambut Kesepakatan IEU-CEPA, Optimistis Perdagangan Indonesia-Uni Eropa Makin Maju

“Indonesia siap mendukung kemitraan ASEAN–Peru yang lebih kuat dan produktif. Kami yakin, dengan kerja sama yang erat, hubungan kita akan semakin solid,” kata Prabowo optimistis.

Komitmen Tingkatkan Hubungan Bilateral

Dengan penandatanganan CEPA dan berbagai komitmen strategis lainnya, hubungan bilateral Indonesia–Peru kini memasuki babak baru yang lebih dinamis dan produktif. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga mendorong kerja sama budaya, pendidikan, dan teknologi antar kedua negara.

“Kami yakin ke depan kita akan semakin bekerja sama secara produktif dan saling menguntungkan,” pungkas Prabowo.

Penandatanganan CEPA ini menjadi bukti bahwa diplomasi ekonomi Indonesia terus berkembang dan berorientasi pada pembukaan pasar baru serta penguatan posisi Indonesia dalam perdagangan global. Bagi para pelaku usaha, perjanjian ini menghadirkan peluang ekspor yang lebih luas ke kawasan Amerika Latin, khususnya produk-produk unggulan Indonesia seperti pertanian, perikanan, tekstil, dan teknologi industri.