Rawan Kecelakaan, Pemkot Semarang Upayakan Peningkatan Keselamatan di Kawasan Silayur

Semarang, Patitimes.com – Sebagai bagian dari langkah strategis terhadap peningkatan keselamatan lalu lintas di kawasan Silayur, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang disebut tengah melakukan sejumlah upaya pencegahan seperti pemasangan portal besi hingga pembatasan kendaraan berat.

Perlu diketahui, kawasan Silayur merupakan sebuah turunan sekaligus tanjakan di Jalan Prof. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, yang terkenal dengan peristiwa kecelakaannya yang sering melibatkan truk besar akibat rem blong dan jalur penghubung yang tajam.

Atas hal itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan jika pihaknya terus memperkuat upaya agar kejadian kecelakaan di salah satu titik rawan yang disebut dengan ‘jalur tengkorak’ tersebut tidak kembali terjadi.

Baca Juga :  Pemkot Semarang Terus Upayakan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi

“Kita ingin menekan angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat di Jalan Prof Hamka atau seringnya terjadi di turunan Silayur,” ujar Agustina.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberi instruksi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang untuk melakukan pemasangan portal katrol pembatas kendaraan berat di ujung Jalan Moch. Ichsan, Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan.

Portal tersebut mengandung peraturan pelarangan truk bertonase besar untuk melintasi kawasan Silayur pada pukul 06.00-22.59 WIB. Pada waktu yang ditentukan, portal akan diturunkan hingga ketinggian 3,4 meter.

Sebaliknya, portal akan dinaikkan setinggi 4,2 meter pada pukul 23.00-05.00 WIB untuk memberi izin kepada truk bertonase besar atau sumbu tiga memasuki kawasan Silayur. Meski begitu, pemasangan portal ini diketahui tidak hanya berhenti di satu titik saja.

Baca Juga :  Wali Kota Semarang Sambut Hangat Peserta Studi PKA Lemdiklat POLRI

Secara bertahap, Dishub Kota Semarang akan melakukan perluasan pengendalian truk bertonase besar dengan pemasangan portal tambahan di Simpang Jrakah untuk mengantisipasi adanya kendaraan dari arah Jalan Lingkar maupun kota.

“Yang di Jrakah (pemasangan portal) nanti menyusul dalam waktu dekat, paling tidak sementara ini kendaraan yang arah turun bisa ditekan,” katanya. (Adv)