Update Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Identifikasi 53 Penumpang

Patitimes.com– Proses penanganan medis dan identifikasi korban kecelakaan hebat antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus dikejar. Hingga Selasa (28/4/2026), RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi menjadi pusat utama pendataan bagi puluhan korban yang terdampak insiden maut tersebut.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun di lokasi, tim medis telah berhasil mengidentifikasi sedikitnya 53 orang korban. Dari total tersebut, tiga orang dikonfirmasi meninggal dunia di RSUD, sementara puluhan lainnya tengah menjalani perawatan intensif, observasi, atau telah dirujuk ke rumah sakit spesialis.

Daftar Korban Meninggal Dunia Teridentifikasi

Suasana haru menyelimuti papan informasi di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid saat pihak rumah sakit merilis nama-nama korban jiwa. Berikut adalah identitas tiga korban meninggal dunia yang telah terdata:

  1. Nuryati (Perempuan, 62 tahun)

  2. Enggar Retno K (Perempuan, 35 tahun)

  3. Nurlaela (Perempuan, 30 tahun)

Pihak rumah sakit memastikan bahwa jenazah telah mendapatkan penanganan terbaik sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman yang seluruh biayanya akan ditanggung oleh PT KAI dan asuransi.

Kondisi Korban Luka dan Tindakan Medis

Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 50 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari luka ringan hingga trauma berat. Menurut pantauan di lapangan, beberapa penumpang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan darurat, namun sebagian lainnya harus dirujuk ke rumah sakit lain untuk tindakan operasi atau pemulihan intensif.

Baca Juga :  WNA Mengamuk di Jalan Abdulrahmansaleh Semarang Usai Senggol Pemotor Hingga Tewas

Daftar Nama Korban Luka yang Teridentifikasi:

Guna memberikan transparansi bagi keluarga yang mencari kerabatnya, berikut adalah daftar nama korban luka yang sedang dan telah ditangani di RSUD Kota Bekasi:

  • Pasien yang Masih dalam Perawatan/Observasi: Desvita (56), Ahmad Nur Syahril (28), Subur Sagita (51), Shovy Salsabila (24), Siti Maryam (37), Rivan Mandara (32), Anggita R. Utami (36), Hari Septiansah (27), Dwi Apriliana (30), Ratri Intan A (26), Sansan Sarifah (29), Dinasti Kusuma W (24), Yuliana (30), Ira Indira Putri (28), Hari Septiyansyah (30), R. Rustiati (55), Amalia Hasanah Ulfa (31), Nuriah Indah Rahmati (21), Fitria Husni (26), Leni Julianti (33), Purwanti (54), Yunita Endang (41), A. Regita (29), Subandi (42), Muchlis (30), Riki (25), Alivia (25), Dewi Sagita (29), Stevani Sofia (22), Eri Rustiati (55), Ester Rajagukguk (27), M. Anwar (30), Laili (26), Ayunda R (24), Mustika Ayu Pujiana (43), Suryati (51), Evi (52), Shofie (24), Iie Suendi (42), Dewi Suryani (35), Despita (48), Choirunnisa R (25), dan Pamilang Rani Situmorang (32).

  • Pasien Rujukan ke Rumah Sakit Lain:

    1. Vira Oktaviani Putri (27) – Dirujuk ke RS Mitra Plumbon.

    2. Yuliana Nur Pratama (24) – Dirujuk ke RS Siloam.

  • Pasien yang Telah Diperbolehkan Pulang:

    1. Andi Saputra (30)

    2. Rista Triana (35)

Baca Juga :  96 Gerbong KRL Baru Siap Beroperasi, KAI Commuter Tingkatkan Layanan Jabodetabek

Pernyataan Dirut KAI Terkait Total Korban

Di lokasi kejadian, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memberikan keterangan tambahan mengenai totalitas dampak kecelakaan ini. Meskipun RSUD Kota Bekasi mendata 53 korban, secara akumulatif di seluruh wilayah Bekasi, angka korban jiwa dilaporkan mencapai lima orang.

“Update saat ini, korban meninggal dunia berjumlah 5 orang. Masih ada sekitar 3 orang yang terperangkap dalam gerbong dan tim evakuasi sedang berupaya keras membebaskan mereka,” jelas Bobby kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur.

Bobby menambahkan bahwa total penumpang yang menjalani observasi medis di berbagai fasilitas kesehatan mencapai 79 orang yang tersebar di sembilan rumah sakit berbeda. Hal ini menunjukkan masifnya skala kecelakaan yang melibatkan gerbong KRL yang ringsek tersebut.

Baca Juga :  Truk Tabrak 6 Kendaraan Parkir di Area Terminal Kartasura Sukoharjo, Diduga Sopir Mengantuk

Kendala Evakuasi dan Penutupan Stasiun

Proses evakuasi korban yang terjepit menjadi fokus utama tim Basarnas dan KAI. Material gerbong KRL yang mengalami kerusakan parah akibat benturan dengan KA Argo Bromo memerlukan alat berat dan teknik pemotongan logam yang presisi agar tidak membahayakan korban yang masih terperangkap.

Akibat insiden ini, Stasiun Bekasi Timur ditutup sementara untuk operasional penumpang. Perjalanan KRL Commuter Line dari arah Jakarta hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi, sementara arah sebaliknya mengalami penyesuaian jadwal besar-besaran.

Layanan Posko Informasi

Bagi keluarga yang merasa anggotanya menjadi penumpang pada jadwal kereta tersebut, PT KAI dan pihak rumah sakit mengimbau untuk segera mendatangi Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur atau langsung menuju bagian informasi di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid.

KAI berjanji akan terus memperbarui data korban secara berkala seiring dengan keberhasilan tim mengevakuasi penumpang yang masih terperangkap di lokasi kejadian.