Pati, Patitimes.com – Dugaan perundungan di Kabupaten Pati diduga dipicu saling ejek nama orang tua. Terkait kejadian itu, korban yang merupakan siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs) itu mengalami trauma.
Menurut informasi, perundungan terjadi pada Senin (27/7/2026) siang di salah satu MTs wilayah Kecamatan Margorejo. Saat istirahat, korban dan para pelaku diduga terlibat aksi saling ejek nama orang tua, sehingga memicu penganiayaan terhadap korban.
“Lah saat itu terjadi ejek-ejekan terutama di luar kelas, akhirnya dipukuli juga korban oleh 3 orang kakak kelas semua,” jelas Kuasa hukum korban dari LBH Garda Muda Nusantara Cabang Pati, Catur Andi Cahyanto, Minggu (2/8/2026).
Korban mencari perlindungan sampai ke dalam kelas, namun di lokasi tersebut ia dianiaya oleh ketiga temannya. Korban juga berlari ke dekat kamar mandi dan tempat wudu, tetapi kembali mendapatkan perundungan lagi.
Untuk menghindar, korban akhirnya nekat memanjat pagar, namun tangannya terjepit hingga putus, sementara tubuhnya terjatuh.
“Terus korban ini melarikan diri ke arah kamar mandi tempat wudu yang ada pagarnya. Di sini juga terjadi penganiayaan juga. Korban berusaha melompat pagar itu masih disiram air,” jelas dia.
“Sehingga korban berusaha lompat pagar, setinggi 2 meter. Karena pagar ada kayu dan besi, mungkin manjat nggak tahu setelah turun tangan kiri terjepit, sehingga 2 jari terputus dan satu yang retak itu,” lanjut dia.
Saat ini, laporan kasus tersebut masih bergulir di kepolisian sejak tim hukum korban melapor pada Sabtu (1/8/2026) lalu.
Sementara, saudara korban, Sulistiyono, mengatakan bahwa korban masih masih trauma.
“Kondisi korban sudah membaik, masih perawatan. Kondisi psikologis adiknya masih traumanya mentalnya mungkin kurang bagus, takut kemarin saya lewat sekolah saja takut seperti, ketemu gurunya juga saja takut,” kata Sulis, Senin (3/7/2027).
Sebelumnya, pihak sekolah menyebut bahwa insiden itu bukan merupakan perundungan, melainkan kecelakaan. Kecelakaan tersebut terjadi saat korban sedang bermain-main dengan teman-temannya yang lain.
“Menyatakan kejadian yang ada bahwa sebetulnya murni dari insiden atau kecelakaan yang tidak ada unsur kesengajaan atau pembullyan,” kata Kepala Mts, Safi’i, Sabtu (1/8/2026).
“Habis salat Zuhur itu anak sebelum masuk ke kelas, ada anak-anak, terus ada anak yang naik pagar tangannya kecepit. Naik pagar dari utara jatuhnya di selatan pagar,” jelas dia. (*)















