Patitimes.com – Terungkap sumber gas beracun dalam kasus kematian satu keluarga dalam tenda kamping di lokasi wisata kawasan Kledung, Temanggung, beberapa waktu lalu. Sumber gas tersebut diduga berasal dari pembakaran tak sempurna briket penghangat dan barbeque.
“Gas itu gas apa? Ternyata gas pembakaran. Dan gas pembakaran itu pembakaran apa? Ternyata ada dua, pembakaran arang untuk yang penghangat itu dan pembakaran masakan (barbeque). Jadi dua itu,” terang Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra, Sabtu (30/5/2026), dikutip Detik.
“Dua itu, ada dua kemungkinan itu masih tetap ada, nggak ada kemungkinan tambahan. Sampai saat ini kita belum ada petunjuk bahwa ada kemungkinan tambahan terkait dengan penyebab kematian, nggak ada. Masih tetap dua petunjuknya,” lanjut dia.
Dugaan tersebut berangkat dari sejumlah barang bukti yang ditemukan disekitar lokasi kejadian. Seluruhnya memang masih diperiksa di laboratorium forensik, dan kemungkinan hasil resminya keluar sekitar satu minggu kemudian.
“Dugaannya masih tetap (karena keracunan gas), karena belum ada perkembangan sampai sekarang. Hal yang ditunggu sekarang hanya hasil dari Labfor. Kalau sudah ada hasil dari Labfor dan Biddokkes secara resmi, walaupun secara nonresmi pun pasti kita terima, cuman belum ada,” kata Iptu Komang.
“Karena kan ini, barang buktinya banyak sekali (termasuk sisa makan dan lainnya). Banyak itu yang mau diperiksa. Jadi kemungkinan lima sampai satu mingguan baru selesai. Kita doakan semoga lima sampai satu minggu (hasil pemeriksaannya keluar). Semoga kemungkinan besar ini minggu depan bisa kita rilis. Semoga ya,” sambungnya.
Terkait dugaan gas di lokasi kejadian, ia menjelaskan bahwa gas karbon monoksida tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Artinya, saat pihaknya melakukan pemeriksaan di lokasi, tidak bisa diketahui secara kasat mata.
“Tidak (mencium bau gas). Begini, gas CO, karbon monoksida itu tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Jadi nggak bisa. Seandainya pun ada, itu tidak bisa diketahui kasat mata, nggak bisa. Karena setelah dibuka sedikit pintu (tenda) itu, ketika kita olah TKP itu pasti oksigen sudah masuk langsung,” jelasnya
“Sudah habis ya (gas kompor portable). Jadi gas produknya memang sudah habis dipakai,” imbuh Komang lagi. (*)


















