Pemkot Semarang Ingin Buat Rencana Induk Pengelolaan Air Terpadu untuk Atasi Banjir

Semarang, Patitimes.comPemerintah Kota (Pemkot) Semarang ingin membuat rencana induk pengelolaan air terpadu untuk mengatasi persoalan banjir. Hal itu dikoordinasikan bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dirjen SDA.

Dengan rencana itu, diharapkan setiap kawasan memiliki sistem pembuangan dan retensi air yang saling terhubung dan terkendali.

“Setelah banjir ini selesai, kami akan duduk bersama dengan pihak Kementerian PUPR, PSDA, dan semua stakeholder terkait untuk membangun manajemen pengelolaan air yang lebih baik. Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi juga upaya menjaga keberlanjutan kota,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina.

Pembangunan sodetan rencananya juga bakal dilakukan di Jalan Kaligawe menuju kolam retensi di belakang kawasan Unissula.

Baca Juga :  Pompanisasi dan Modifikasi Cuaca Berhasil Turunkan Air Banjir Semarang 15 Sentimeter

Pembangunan sodetan ini diharapkan banjir di Jalur Pantura Kaligawe dapat teratasi secara signifikan. Mengingat wilayah Kaligawe menjadi titik terparah yang mengalami banjir.

Sodetan ini diharapkan bisa mengalirkan air ke kolam retensi milik Unissula. tanpa harus menunggu antrean air di jalur utama.

“Saya sudah meninjau langsung lokasi sodetan ini bersama tim dari Dirjen PSDA Kementerian PUPR. Sodetannya sudah terbentuk dengan baik, kedalamannya cukup, dan lebarnya memadai. Kalau ini nanti tersambung 100%, jalur pembuangan air dari Kaligawe akan jauh lebih lancar,” jelasnya.

“Kami berterima kasih kepada Unissula dan YBWSA yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa dengan menghibahkan tanahnya untuk kepentingan publik. Ini bentuk nyata semangat gotong royong dalam penanggulangan banjir. Unissula dan YBWSA mengizinkan sebagian tanahnya digunakan untuk membuat sodetan sepanjang sekitar 50 meter dengan lebar sekitar 4 meter untuk mengalirkan air Sungai Sringin ke kolam retensi di area belakang SMP Sultan Agung,” lanjutnya.

Baca Juga :  Belasan Desa di Demak Terendam Banjir Akibat Tanggul Jebol

Pihaknya juga mengapresiasi Unissula karena selain menyediakan kolam retensi, juga memiliki pompa air mandiri.

“Unissula sudah punya kolam retensi yang besar dan berfungsi baik. Bahkan mereka juga menyiapkan pompa sendiri untuk membantu kawasan sekitarnya. Ini contoh baik yang patut ditiru,” terangnya. (Adv)