Patitimes.com- Mantan Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, belakangan ini mencuri perhatian publik setelah penjarahan rumahnya yang terjadi pada akhir Agustus lalu.
Meskipun sebelumnya ia menghilang dari publik setelah dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI akibat ucapan kontroversialnya, Sahroni kembali muncul dalam beberapa kesempatan. Kembalinya Sahroni ke media kini menjadi sorotan, mengingat ia adalah tokoh yang sempat menjadi pusat perhatian seiring dengan peristiwa besar yang melibatkan dirinya.
Kontroversi Ucapan Ahmad Sahroni yang Memantik Protes Publik
Nama Ahmad Sahroni mulai mengemuka setelah ucapannya mengenai pembubaran DPR yang dianggap merendahkan publik. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikannya, Sahroni dengan tegas menyebut orang-orang yang menginginkan pembubaran DPR sebagai “orang tolol”.
Kalimat tersebut langsung mendapat reaksi keras dari masyarakat, bahkan memicu aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.
Akibatnya, Sahroni yang saat itu menjabat sebagai anggota DPR dari Fraksi NasDem, akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya. Ucapan tersebut memang telah menimbulkan rasa kecewa yang mendalam di kalangan masyarakat, dan tindakan tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap aspirasi rakyat.
Reaksi keras dari publik ini menunjukkan betapa sensitifnya topik politik dalam negeri, khususnya terkait dengan anggota legislatif yang dianggap mewakili suara rakyat.
Pertemuan dengan Wakil Ketua Umum PSI
Meskipun sempat menghilang dari sorotan, pada 13 Oktober 2025, Ahmad Sahroni terlihat kembali muncul di publik. Sahroni terlihat hadir dalam sebuah pertemuan dengan Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron.
Dalam unggahan foto yang dibagikan oleh Ronald di akun Instagramnya, keduanya terlihat duduk bersama di sebuah kafe.
Ronald menanggapi spekulasi yang beredar mengenai Sahroni yang dikabarkan akan mengikuti langkah beberapa seniornya yang lebih dulu bergabung dengan PSI, seperti Ahmad Ali dan Bestari Barus.
Ronald langsung membantah kabar tersebut, dengan mengatakan bahwa Sahroni tidak ada niat untuk bergabung dengan partainya. “Gak ada ahh, gak pernah saya kasih sinyal itu,” tulis Ronald dalam unggahan Instagramnya.
Namun, meskipun membantah, Ronald memberikan sedikit petunjuk mengenai sebuah kejutan yang akan datang pada 10 November 2025. Ia tidak menyebutkan apa kejutan tersebut, namun menegaskan bahwa itu akan menjadi sesuatu yang menarik untuk disaksikan.
Hal ini semakin menambah rasa penasaran publik tentang langkah politik Ahmad Sahroni ke depan, yang seakan membuka peluang bagi dirinya untuk bergabung dengan partai politik lain setelah keluarnya dari NasDem.
Ahmad Sahroni Wisuda S3 di Universitas Borobudur
Selain pertemuannya dengan elite PSI, Sahroni juga baru-baru ini tampil di acara wisuda S3 di Universitas Borobudur Jakarta.
Pada Selasa, 14 Oktober 2025, Sahroni meraih gelar doktoral (S3) dengan judul disertasi yang cukup menarik: Pemberantasan Korupsi Melalui Prinsip Ultimum Remedium: Suatu Strategi Pengembalian Kerugian Keuangan Negara. Wisuda doktoral tersebut berlangsung di JCC Senayan, Jakarta Pusat, dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Universitas Borobudur.
Menjadi sorotan publik, pencapaian akademis Sahroni ini cukup signifikan, mengingat ia baru saja dinonaktifkan dari jabatannya sebagai anggota DPR.
Gelar doktor yang diperolehnya menjadi bukti bahwa meskipun terlibat dalam kontroversi, Sahroni tetap berkomitmen pada pengembangan diri dan ilmu pengetahuan. Ini juga menjadi semacam simbol bahwa Sahroni tetap dapat memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melanjutkan kariernya di luar dunia politik.
Penonaktifan Sahroni dan Rekan-Rekannya
Seperti diketahui, selain Sahroni, ada beberapa anggota DPR lainnya yang juga dinonaktifkan pada 1 September 2025, di antaranya Nafa Urbach dari Fraksi NasDem, Eko Patrio dari Fraksi PAN, dan Uya Kuya. Keputusan ini diambil setelah mereka dianggap menyinggung perasaan rakyat, terutama setelah video joget mereka yang viral di gedung DPR.
Kasus ini menjadi bahan perbincangan luas, terutama terkait dengan integritas anggota DPR dan bagaimana publik menilai tindakan mereka yang dianggap tidak pantas dilakukan oleh wakil rakyat.
Bersamaan dengan penonaktifan anggota DPR tersebut, Adies Kadir dari Partai Golkar juga dinonaktifkan sebagai Sekjen DPR RI setelah pernyataannya mengenai tunjangan anggota DPR yang menimbulkan kontroversi.
Menanti Langkah Politik Ahmad Sahroni
Dengan berbagai peristiwa yang melibatkan dirinya, langkah politik Ahmad Sahroni selanjutnya menjadi tanda tanya besar bagi banyak pihak.
Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah ia akan benar-benar bergabung dengan PSI atau mengambil arah politik lainnya, pertemuannya dengan tokoh-tokoh politik dan prestasinya di dunia akademis menunjukkan bahwa Sahroni masih memiliki pengaruh yang cukup besar.
Bagi sebagian pengamat, kembalinya Sahroni ke ranah politik setelah banyak kontroversi menunjukkan bahwa karier politik di Indonesia memang penuh dengan dinamika.
markom Patitimes.com

![pelecehan-seksual] Polisi Jelaskan Alasan Kasus Pencabulan Santriwati di Pati Mandek dan Tersangka Belum Ditahan](https://patitimes.com/wp-content/uploads/2026/05/pelecehan-seksual-300x178.jpg)














