Pemuda Asal Bali Diduga Setubuhi dan Bawa Kabur Remaja 16 Tahun di Semarang

Semarang, Patitimes.com – Seorang pemuda asal Bali, inisial WK, diduga nekat membawa lari remaja 16 tahun di Kota Semarang. Setelah dilakukan pengejaran oleh petugas kepolisian, WK berhasil diamankan di sekitar SPBU Gajahmungkur.

Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti menyebut korban diketahui tidak pulang ke rumah sejak Sabtu (11/7/2026). Setelah dilaporkan ke polisi, segera dilakukan pencarian selama sekitar seminggu.

“Awalnya ada laporan anak hilang. Jadi anak ini tidak pulang selama sekitar seminggu,” kata Sriniti, Kamis (30/7/2026), dikutip Detik.

Penelusuran berhasil mendeteksi pelaku menyewa mobil dengan jaminan sepeda motor milik korban. Dugaan pelaku kemudian mengarah pada WK yang terlacak lokasinya sedang berada di sekitar wilayah Gajahmungkur.

Baca Juga :  Ayah Tiri Cabuli Anaknya di Klaten, Pelaku Berhasil Ditangkap di Madiun

“Dari penyidikan, terdeteksi ada motor yang dibawa sama si anak ini. Motornya itu dijadikan jaminan untuk pinjam mobil,” jelasnya.

Saat hendak melakukan penangkapan, WK dan polisi sempat terlibat aksi kejar-kejaran, meski akhirnya pelaku berhasil diringkus. Petugas juga menemukan korban sedang berada di dalam mobil bersama pelaku.

“Saat kita selidiki, ketemu mobilnya dan langsung dikejar si pelakunya ini. Sempat ada kejar-kejaran dan akhirnya berhasil diamankan di sekitar SPBU Gajahmungkur,” terang Sriniti.

“Ternyata, di dalam mobil itu juga ada korban,” imbuhnya.

WK yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka diketahui berasal dari Bali dan tinggal di Semarang, sedangkan korban berstatus sebagai pelajar SMA di wilayah Tembalang. Pelaku membujuk korban untuk pacaran dan tinggal di kamar kosnya.

Baca Juga :  Residivis Pemerkosaan Diringkus Polisi Atas Kasus Perampasan di Semarang

“Si cowok udah dewasa, si anak ini diajak pacaran, diajak tinggal di kosan. Usianya masih 16 tahun, masih SMA, warga Tembalang. Kenal dengan korban sudah setahunan,” ucapnya.

Pendalaman kasus masih berlangsung untuk menemukan ada tidaknya tindak pidana lain, termasuk dugaan kekerasan seksual. Adapun menurut pengakuan pelaku, ia nekat membawa lari korban lantaran keduanya pernah melakukan persetubuhan.

“(Korban) Disetubuhi di kos yang laki ini. Kosnya pindah-pindah. Awalnya kosnya di Tembalang terus terakhir diajak ke kosnya di Weleri Kendal,” ucapnya.

“Kalau pengakuan si cowok, dibawa kabur karena sudah disetubuhi, takut hamil korbannya karena dikhawatirkan telat haid. Tapi pelaku sudah tahu kalau korban di bawah umur. HP korban juga nggak bisa dihubungi,” lanjutnya. (*)

Berita Terkait