Siap Bertarung di ‘Dapil Neraka’, Kaesang Pangarep Maju Caleg DPR RI dari Dapil V Jateng pada Pemilu 2029

Patitimes.com– Peta persaingan politik menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mulai memanas. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, secara terbuka mendeklarasikan diri akan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI.

Putra bungsu mantan Presiden Joko Widodo ini memilih Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah sebagai medan juangnya.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kaesang di hadapan para kader dalam acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PSI Kota Solo yang digelar pada Sabtu, (25/7/2026).

“Saya sampaikan pesan yang saya sampaikan sebagai ketua umum, tetapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif DPR RI Dapil V Jawa Tengah. Insyallah saya akan membersamai seluruh kader terkhusus di Solo karena teritori yang diberikan kepada saya hanya di Solo,” ungkap Kaesang.

Menantang Badai di “Dapil Neraka” Jawa Tengah

Langkah politik Kaesang turun langsung ke gelanggang pemilihan legislatif tentu bukan perkara mudah. Dapil V Jawa Tengah yang meliputi wilayah Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta (Solo) selama ini dikenal luas sebagai salah satu “dapil neraka” di Indonesia.

Dapil ini dihuni oleh deretan politikus nasional kawakan dan tokoh-tokoh partai besar. Berdasarkan hasil Pemilu 2024, sejumlah nama politikus papan atas berhasil mengamankan kursi di Senayan dari dapil ini, di antaranya adalah Ketua DPR RI Puan Maharani (PDIP), Mohammad Toha (PKB), Adik Sasongko (Gerindra), Aria Bima (PDIP), Didik Haryadi (PDIP), Singgih Januratmoko (Golkar), Abdul Kharis Almasyhari (PKS), serta Muhammad Hatta (PAN).

Dominasi PDI Perjuangan di wilayah ini pada Pemilu 2024 sangat masif dengan perolehan suara mencapai 774.282 suara. Disusul oleh Partai Golkar yang mendulang 335.804 suara, Partai Gerindra dengan 302.492 suara, PKS sebanyak 197.614 suara, serta PSI yang meraup 134.249 suara.

Meskipun caleg internal PSI kala itu, Cynthia Riza, sukses mengumpulkan suara terbanyak di dapil tersebut dengan 60.003 suara, PSI tetap gagal melenggang ke Senayan karena terganjal ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.

Ambisi PSI Ubah Jateng Jadi “Kandang Gajah”

Sebelum deklarasi pencalonannya, Kaesang sempat melontarkan target ambisius bagi partainya pada Pemilu 2029 mendatang. Dalam acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW dan DPD PSI se-Jawa Tengah di Hotel Sunan Solo, Kamis (8/1/2026), Kaesang dengan tegas menyatakan tekadnya untuk mengubah peta politik Jawa Tengah.

“Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” tegas Kaesang, merujuk pada simbol hewan gajah yang identik dengan logo partainya.

Target besar ini langsung menarik perhatian para pengamat politik tanah air. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai langkah ofensif Kaesang ini sebagai bentuk psywar atau perang psikologis terbuka terhadap dominasi PDIP di kandangnya sendiri.

Menurut Adi, kepercayaan diri PSI untuk menantang hegemoni PDIP di Jawa Tengah tidak lepas dari faktor pengaruh besar sang ayah, Joko Widodo. Kendati demikian, pertarungan ini diprediksi bakal berlangsung sangat sengit mengingat basis massa tradisional PDIP yang sudah mengakar kuat selama puluhan tahun di wilayah tersebut.

Tanggapan Santai Ganjar Pranowo: “Jateng Tetap Kandang Banteng”

Menanggapi langkah politik Kaesang yang siap bertarung di Dapil V Jawa Tengah, politikus senior PDI Perjuangan sekaligus mantan calon presiden 2024, Ganjar Pranowo, memberikan respons santai. Ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional yang dilindungi undang-undang untuk mencalonkan diri dalam pemilu.

“Dia bukan PDI Perjuangan. Jadi, setiap masyarakat punya hak dan negara melindungi hak untuk turut serta di dalam pemerintah,” ujar Ganjar saat ditemui di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

Ketika disinggung apakah langkah Kaesang merupakan bentuk tantangan terbuka bagi partainya, Ganjar dengan tegas membantahnya. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Jawa Tengah akan tetap solid menjadi basis kekuatan partai berlogo banteng bermoncong putih tersebut.

“Orang nyalon kok nantang. Kamu nyalon boleh. Semuanya boleh. Saya masih yakin kandang banteng,” pungkas politikus berambut putih itu penuh percaya diri.