Patitimes.com – Misteri kerangka manusia yang ditemukan di jurang tol Jangli, Kota Semarang, akhirnya terungkap. Korban diketahui merupakan remaja bernama Mozza Axillia Gunarsa (17), warga Grobogan, yang telah dilaporkan hilang sejak 1 tahun lalu.
Menurut penyelidikan, Mozza diduga dihabisi nyawanya oleh teman prianya, Mahendra Very Dwi Anggara (22). Pelaku juga sudah berhasil diringkus oleh aparat kepolisian pada Kamis (3/9/2026) malam di daerah asalnya, Blora.
Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong Widodo, membenarkan penangkapan sosok Very. Ia menjelaskan, pelaku diamankan oleh tim Polres Semarang saat sedang menonton pertandingan bola voli di lapangan Kalirejo Banjarejo.
“Penangkapan di lapangan voli. Terus diinterogasi akhirnya mengaku, terus dibawa ke Semarang. Ada perangkat desa untuk menyaksikan juga,” jelas Gembong, Sabtu (5/9/2026), dikutip Detik.
“Menurut keterangan personel, nggak ada perlawanan, dia kooperatif. Kita hanya sebatas mendampingi, karena penangkapannya di Banjarejo. Karena polisi pakai baju preman semua (tanpa seragam),” lanjut dia.
Sebelumnya, kerangka manusia ditemukan di jurang jalan tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Keberadaannya diketahui setelah polisi menangkap pelaku dan mengaku melakukan pembunuhan terhadap korban, Mozza Axillia Gunarsa (17), pada 25 Juni 2025 lalu.
Menurut keterangan orang tua korban, Mozza sempat pamit ke luar untuk mengembalikan laptop dengan temannya, Ayu. Namun, anaknya tersebut tak kunjung pulang ke rumah. Akhirnya, ayah Mozza menelepon temannya, namun Ayu mengaku tidak pergi bersama Mozza.
Menurut penyelidikan, Mozza ternyata bertemu dengan pria bernama Very. Mereka bertemu di kos yang disewa pelaku di Jalan Sriwijaya Kota Semarang. Di lokasi tersebut pelaku menghabisi nyawa korban dengan dicekik.
“Kita dapati bahwa yang bersangkutan itu diduga kuat melakukan tindak pidana yaitu pembunuhan pada tanggal 25 Juni 2025,” kata Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana. (*)
“(Pembunuhan dilakukan) Kamar kosnya terduga pelaku. (Membunuh dengan cara) Dicekik,” ungkap Bodia. (*)
















