Bendung Karet Jakenan Pati Kering, Warga Ramai-ramai Berburu Ikan

Pati, Patitimes.com – Bendung Karet di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, mengering. Hal ini menyebabkan ribuan ikan sapu-sapu terdampar hingga membuat banyak warga datang ke lokasi untuk berburu ikan.

Salah satu warga, Luwito, menyebutkan, fenomena menyusutnya debit air di infrastruktur tersebut sudah berlangsung sejak seminggu terakhir. Warga turut memanfaatkan kejadian ini untuk mengambil ikan yang terdampar, kemudian dijual atau dikonsumsi sendiri.

“Sudah sekitar satu mingguan. Ada yang diambil, kalau sudah kotor ya tidak bisa diambil,” kata Luwito di lokasi, Senin (01/09/2026) sore.

Menurut informasi, jumlah ikan yang terdampar di Bendung Karet diperkirakan bisa mencapai lebih dari satu ton. Biasanya, ikan sapu-sapu laku dijual hingga Rp2.500 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Sidang Perdana Kasus Pemerkosaan Santriwati di Pati, Kuasa Hukum Korban Ingin Vonis Suntik Kebiri

Sebelum mengering, air dari Bendung Karet digunakan untuk mengairi lahan pertanian selama musim kemarau panjang. Maka dari itu, kekeringan dikhawatirkan menimbulkan risiko gagal panen bagi petani. Pihaknya turut mendorong pemerintah segera mengirim bantuan air.

“Banyak petani sini yang membutuhkan (air) karena ini kemarin musim tanam yang ketiga. Harapannya, sebagai warga, air dari atas supaya bisa turun ke sungai ini harapannya bisa tanamannya jadi, karena sudah terlalu banyak modal yang dikeluarkan, kasian,” terang dia.

Selain mengancam sektor pertanian, ikan-ikan yang sudah mulai mati juga menimbulkan bau yang menyengat, sehingga mengganggu kenyamanan warga sekitar. (*)