Pati, Patitimes.com – Aksi pengeroyokan siswa kelas X Sekolah Rakyat di Pati, inisial D, diduga dipicu tudingan pencurian sabun. Korban kemudian dianiaya sebanyak dua kali, yakni setelah salat Magrib dan Isya.
Korban D mengatakan, penganiayaan terjadi pada Selasa (29/09/2026) malam. Awalnya, dia berjalan menuju ke kamar untuk menaruh seragam, kemudian datang temannya yang berkata bahwa sabun miliknya hilang.
Korban D mengaku tidak mengetahui keberadaan sabun tersebut, namun kepalanya langsung dipukul dari belakang oleh seseorang. Pemukulan tersebut kemudian berlanjut setelah salat Isya. Kendati demikian, dia tidak tahu jumlah pasti orang yang melakukan pengeroyokan.
“Awalnya habis makan maghrib itu hari Selasa ambil PDL habis itu kan ke kamar naruh PDL tiba-tiba itu ditanya ‘kamu ngambil sabunku’ terus aku bilang ‘tidak’, terus tiba-tiba dari belakang ada yang memukul,” ujar dia ditemui di RS KSH Pati, Jum’at (09/10/2026) sore ini.
“Terus aku dipojokkan tapi itu sudah selesai. Habis isya’ dilanjutin,” lanjutnya.
Akibat kejadian itu, korban D mengalami memar di bagian tubuh dan gigi copot. Pemeriksaan medis baru dilakukan keesokan harinya.
Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku mendapatkan informasi dari wali asuh bahwa anaknya dikeroyok oleh 14 orang. Ia membenarkan bahwa pengeroyokan berawal dari tuduhan pencurian sabun muka.
“Katanya dikeroyok 14 anak temannya. Penyebabnya dituduh mencuri sabun cuci muka,” ucapnya. (*)

















