Patitimes.com – Terungkap motif pembunuhan remaja bernama Mozza Axillia Gunarsa (17) di Semarang, oleh teman lelakinya, Mahendra Very Dwi Anggara (22). Aksi brutal itu diduga dipicu karena rasa cemburu pelaku terhadap korban.
Kasat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti menyebutkan, pembunuhan itu terjadi pada 25 Juni 2026 di kamar kos pelaku. Sebelum kejadian, mereka sempat terlibat cekcok karena Very cemburu Mozza mendapatkan chat dari laki-laki lain.
“Memang pelakunya mengakui sebelumnya ada cekcok karena pelaku itu cemburu,” kata Sriniti, Sabtu (5/9/2026), dikutip Detik.
“Cemburu waktu bareng itu itu dia sempat buka handphone-nya korban ada chat dari laki-laki lain,” lanjut dia.
Menurut keterangan pelaku, Very mengenal korban dari media sosial pada Mei 2025, kemudian menjalin hubungan asmara. Meski demikian, hubungan antara keduanya sama sekali tidak diketahui oleh orang tua korban.
“Awalnya ya kenalannya lewat TikTok, terus minta tuker-tuker WA, terus akhirnya nyambung. Pelaku sih ngakunya udah pacaran gitu, sejak Mei 2025,” ucap Sriniti.
“Orang tua benar-benar enggak tahu. Orang tua sama sekali nggak tahu ada hubungan apa (di antara keduanya),” imbuhnya.
Mozza diketahui sudah beberapa kali datang ke kos pelaku untuk bertemu sejak berpacaran. Saat hari kejadian, keduanya terlibat perselisihan, bahkan pelaku sempat memukul karena emosi, kemudian membekap korban hingga mati lemas.
“Beberapa kali ketemu kos itu ya antara bulan Mei dan Juni itu. Ya main di kamarnya, untuk aktivitasnya apa masih kita dalami sambil nunggu autopsi,” ujar Sriniti.
“Jam 14.00 WIB an itu cekcok. Itu jadi rentang siang, sore itu. Kalau menurut pengakuan pelaku sih korban mukul dulu waktu cekcok itu, kemudian pelaku emosi langsung bekap korban sampai lemas,” terang Sriniti.
Setelah melihat korban lemas, pelaku panik, kemudian keluar mengendarai motor korban. Menurut pengakuan pelaku, ia pergi keluar untuk membeli makan dan mencari tempat untuk membuang jasad korban.
“Korban itu lemas, tidak bergerak. (Pelaku) panik, bingung, ketika lihat korbannya lemas. Setelah itu keluar naik motornya korban,” beber Sriniti.
“Keluarnya itu beli makan sama tali rafia. Habis itu masuk lagi, makan. Habis itu keluar lagi survei tempat, habis itu sudah ketemu dia balik lagi,” lanjutnya mengungkapkan.
Diberitakan sebelumnya, heboh penemuan kerangka manusia di jurang jalan tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Penemuan kerangka ini berawal dari penangkapan pelaku, Very, yang ditangkap pada Kamis (3/9/2026) atas dugaan pembunuhan Mozza. (*)















