Semarang, Patitimes.com – Sebanyak 13 demung yang merupakan aset Universitas Negeri Semarang (Unnes) hilang pada Senin (20/4/2026) malam. Kasus ini menambah rentetan kasus pencurian alat musik gamelan, setelah ISI Yogyakarta, ISI Solo, dan UGM.
Kabar tersebut turut disampaikan oleh Sigid Ariyanto, dalang asal Rembang yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di Unnes. Ia mengabarkan aksi pencurian itu lewat unggahan akun media sosialnya baru-baru ini.
“Ketika semua fokus di auditorium acara pengukuhan Profesor di Auditorium UNNES. Sore ini ada kabar gamelan wilahan “Demung” gamelan Gambang Semarang milik UNNES hilang, menyusul ISI yogja, ISI solo, UGM,” tulis akun @sigid_ariyanto, Selasa (21/4/2026).
Mengenai hal tersebut, Sigid membenarkan adanya pencurian alat musik gamelan tersebut. Ia mengaku mendapatkan informasi itu dari salah satu dosen yang juga merupakan rekannya saat menghadiri acara pengukuhan professor di Unnes.
“(Yang dicuri) Hanya ricikan balungan, demung-demung. Kemarin saya waktu di Unnes menghadiri pengukuhan profesor di Unnes,” kata Sigid, dikutip Detik.
“Masih sore saya di kampus dan dosennya itu teman saya, dapat telepon gamelan demung, gamelan gambang Semarang itu hilang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengaku prihatin karena sebelum ini sudah ada kasus serupa yang terjadi di beberapa kampus lainnya. Sigid menduga, pelaku pencurian di sejumlah kampus itu masih dalam komplotan yang sama.
“Dari beberapa sudut pandang ya saya merasa prihatin. Kok kebangetan itu gamelan dicolong (dicuri). Itu pasti satu circle yang nyolongnya,” ujar Sigid.
Harapannya, kasus pencurian gamelan bisa segera diselesaikan, serta pelakunya tertangkap dan diproses sesuai hukum berlaku.
“Sebenarnya pencurian gamelan itu mudah melacaknya. Karena tidak semua orang bisa membeli gamelan, pasti oknum-oknum tertentu yang tahu,” lanjutnya.
“Menurut saya itu sangat mudah karena yang indikasi satu grup pencuri itu kan yang dicuri hanya bilah-bilah saja,” ungkapnya.
Hal ini turut dikonfirmasi oleh pihak Unnes. Diketahui, demung yang hilang sebelumnya disimpan di Fakultas Bahasa dan Seni atau gedung B7, tepatnya dalam laboratorium Seni Musik. Kasus ini telah dilaporkan ke polisi.
“Benar bahwa Unnes kehilangan 13 bilah demung yang tersimpan di Gedung B7, Laboratorium Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni,” ungkap Humas Unnes, Rahmat Petuguran. (*)
Redaksi Patitimes.com















