Semarang, Patitimes.com – Dalam rangka mencapai target Kota Semarang Net Zero Emission, Pemerintah Kota (Pemkot) menghadirkan Bus Listrik Trans Semarang berbasis moda transportasi berkelanjutan yang ramah emisi karbon.
Pelaksanaan uji coba Bus Listrik Trans Semarang ini dilakukan untuk rute koridor 1 pada Rabu (05/11/2025), bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
“Ini sebuah langkah maju yang konkret sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah kota Semarang dalam mendorong penurunan emisi dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan, seperti bus listrik,” jelas Agustina.
Rute koridor 1 yang menghubungkan antara Terminal Mangkang–Pemuda–Simpang Lima–Terminal Penggaron, dipilih sebagai yang pertama mendapatkan fasilitas Bus Listrik Trans Semarang, karena perannya sebagai koneksi utama antara jalur barat hingga timur Kota Semarang.
Kemudian, rute koridor 1 ini memiliki nilai strategis yang cukup baik dan vital dalam hal ekonomi, lantaran menjadi lokasi terdapatnya beberapa sentra perekonomian, di samping sebagai jalur utama Kota Semarang.
Sementara, terkait pembiayaan konversi bus diesel konvensional yang diubah menjadi bus listrik atau electric vehicle di koridor tersebut, Agustina mengusahakan dengan pengajuan persetujuan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang.
“Kenyamanan pengguna transportasi adalah prioritas utama dalam membangun sistem transportasi yang terintegrasi, lebih modern, dan berkelanjutan. Untuk mencapai hal ini, Pemerintah Kota Semarang perlu bersinergi dengan teman-teman di DPRD dalam hal pembiayaan,” ucapnya.
Kedepannya, Agustina berharap bahwa Bus Listrik Trans Semarang koridor 1 ini segera beroperasi secara penuh di tahun 2026. Sehingga, nantinya secara bertahap konversi ini dapat diterapkan di semua armada Trans Semarang di seluruh koridor lainnya.
“Ini titik awal yang positif jika sistem electric vehicle bisa diandalkan untuk transportasi Kota Semarang yang lebih maju dan lebih hijau,” tutupnya. (Adv)



















