Minat Masyarakat Meningkat, Pemkot Semarang Apresiasi Peserta KB Pria Vasektomi dengan Insentif Rp1 Juta

Semarang, Patitimes.com – Sebagai upaya penekanan angka stunting, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang terus memperkuat program Keluarga Berencana (KB) dengan berbagai inovasi, salah satu di antaranya adalah layanan KB pria vasektomi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB), Lilik Farida menyebut bahwa minat masyakarat saat ini terhadap KB pria vasektomi, mengalami peningkatan yang sangat pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada 2024, capaian KB pria baru sekitar 46 persen. Tapi tahun 2025 ini sudah lebih dari 100 orang yang menjalani vasektomi,” jelas Lilik.

Ia menuturkan, bahwa peningkatan minat dalam program ini tidak terlepas dari prosesnya yang bekerja sama secara langsung dengan pihak rumah sakit, di mana pelaksanaan dilakukan oleh tenaga media profesional seperti dokter spesialis bedah dan urologi.

Baca Juga :  Mendagri dan Menteri PKP Sambangi MPP Kota Semarang, Sebut Pelayanan Cepat dan Bersih

“Banyak masyarakat yang merasa lebih aman jika tindakan KB dilakukan di rumah sakit oleh tenaga ahli. Karena itu kami menggandeng dokter spesialis untuk memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.

Program ini dilakukan dengan persyaratan yang harus dimiliki oleh peserta, di antaranya minimal memiliki dua anak di mana yang terakhir harus berusia lima tahun. Namun jika sang istri memiliki kondisi medis tertentu, KB pria vasektmo bisa dilakukan lebih awal dari ketentuan.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Semarang menambahkan program berupa pemberian uang pengganti sebesar Rp1 juta kepada peserta KB pria vasektomi.

Perlu diketahui, KB vasektomi merupakan sebuah prosedur sterilisasi permanen pada pria yang dilakukan dengan memotong atau menyumbat saluran vas deferens, agar sperma tidak mencapai air mani dan keluar ketika proses ejakulasi.

Baca Juga :  Wujudkan Komitmen Pelestarian Budaya, Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta

Biasanya, prosedur dilakukan rawat jalan dengan anestesi lokal yang disebut aman dan sangat efektif untuk mencegah kehamilan pada sang istri. Setelah vasektomi, pria tetap bisa melakukan ejakulasi tanpa takut terjadi pembuahan. Hal ini dikarenakan air manis tidak mengandung sperma lagi. (Adv)