Heboh Penemuan Jasad Dosen Wanita di Hotel Gajahmungkur, Keluarga Minta Autopsi

Semarang, Patitimes.com – Heboh penemuan jasad perempuan di sebuah kamar hotel kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, beberapa waktu lalu. Kabar penemuan jasad ini sempat ramai di media sosial, menyebut korban berprofesi sebagai dosen salah satu kampus swasta.

Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir, mengonfirmasi bahwa korban merupakan salah satu dosen di Universitas 17 Agustus yang berasal dari Purwokerto, inisial D (35). Korban ditemukan tak bernyawa pada Senin (17/11/2025) pagi hari.

“Korban perempuan asal Purwokerto, inisial D, umur 35 tahun, diketahuinya itu jam sekitar jam 04.30 WIB,” kata Nasoir.

“Ya, dosen FH Untag (Universitas 17 Agustus),” tambahnya.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, D datang bersama seorang laki-laki dan keduanya memesan satu kamar. Pihaknya belum bisa memastikah hubungan antara keduanya, dan masih sebatas meminta keterangan pria bersangkutan.

Baca Juga :  Tak Kelihatan Selama 4 Hari, Penjual Es Teh Jumbo Meninggal di Rumah dan Jasad Bengkak

“Berdua dengan seseorang, kan satu kamar, sama laki-laki. Kita belum berani mengatakan itu (pacarnya), pokoknya mereka satu kamar,” tuturnya.

Menurut dugaan awal, korban meninggal karena sakit. Hal ini berdasarkan keterangan bahwa dua hari sebelumnya, korban dan laki-laki tersebut mengunjungi rumah sakit untuk berobat pada tanggal 15 dan 16 November 2025, kemudian disarankan rawat jalan.

“(Laki-laki) Nggak kita amankan. Cuma kemarin sempat kita minta keterangan terkait kronologi saja, karena dugaan awal meninggalnya karena sakit,” kata dia.

“2 hari sebelumnya berdua dengan lelaki yang ada di satu kamar itu, sempat berobat ke (RS) Tlogorejo juga 2 hari berturut-turut tanggal 15-16, terus disarankan dokter untuk rawat jalan,” lanjut dia.

Baca Juga :  Bunda Pendidikan Anak Jateng Luncurkan Program PAUD Emas

Ia juga mengonfirmasi bahwa laki-laki yang bersama dengan korban merupakan anggota Polri.

“(Perempuan) Dosen FH Untag. (Laki-lakinya beralamat di) Perumahan Kampung Semawis, Kedungmundu Tembalang. (Kerjanya?) Anggota Polri,” kata Nasoir, Selasa (18/11/2025).

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, membenarkan jasad korban sudah diautopsi. Sementara, berdasarkan pemeriksaan Inafis dan dokter RSUP Dr Kariadi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Ia menyebutkan, pihaknya masih mendalami keterangan keluarga yang menyebut pria yang bersama dengan korban merupakan anggota polisi. Selain itu, permintaan autopsi juga permintaan dari pihak keluarga korban.

“Kita cek, tidak ada tanda-tanda kekerasan (di tubuh korban). Kita pastikan kembali, dan keluarga pun minta autopsi, secepatnya dijelaskan,” kata Andika. (*)

Baca Juga :  Armada BRT Trans Semarang Tawang-Cangkiran Terbakar, Diduga karena Korsleting Listrik