Tak Kelihatan Selama 4 Hari, Penjual Es Teh Jumbo Meninggal di Rumah dan Jasad Bengkak

Semarang, Patitimes.com – Seorang penjual es teh jumbo di Semarang inisial FN (46) ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Jasadnya baru ditemukan setelah empat hari tidak keluar dari kediamannya.

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Andre Bachtiar mengatakan, korban ditemukan di rumah yang berada di Jalan Candi Pawon Timur 13, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah membengkak.

“Menurut keterangan saksi bahwa korban kesehariannya bekerja sebagai penjual es teh jumbo,” kata dia, Senin (20/10/2025), dikutip Detik.

Ia menjelaskan, korban terlihat terakhir kali pada Kamis (16/10/2025) malam, sementara jasadnya ditemukan pada Senin (20/10/2025) pagi oleh saksi berinisial P (44).

Korban diketahui merupakan pelanggan tetap saksi yang biasanya berjualan es batu. Saksi tersebut sempat menghubungi korban untuk menanyakan soal pembelian es batu, namun dia tidak mendapatkan balasan.

Baca Juga :  Pemkot Semarang Laksanakan Program Bantuan Rumah hingga RTLH

“Saksi terakhir melihat korban beraktivitas pada Kamis malam sekitar jam 19.00 WIB dengan posisi korban baru pulang rumah langsung menutup pintu,” jelas Kompol Andre.

“Saksi mencoba menghubungi korban apakah akan membeli es batu atau tidak namun HP korban tidak ada respons,” lanjut dia.

Akhirnya, saksi tersebut memutuskan memeriksa rumah korban pada Senin (20/10/2025) pagi. Saat dia menengok ke dalam rumah, tercium bau menyengat. Akhirnya, ia memanggil warga lainnya yang berjualan pecel di sekitar rumah korban.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan oleh ketua RT 9 RW 7 Kelurahan Manyaran, Eko Purwanto, lalu dilanjutkan ke polsek. Setelah petugas diterjunkan, korban ditemukan sudah meninggal dunia dan jasadnya mengalami pembengkakan. Jasad FN langsung di evakuasi ke RSUP Kariadi.

Baca Juga :  Seorang Diduga WNA Afrika Kedapatan Mencuri Handphone Pedagang di Kota Lama Semarang

“Kondisi korban sudah membengkak di atas kasur mengenakan kaus berwarna hitam dan celana pendek berwarna cokelat,” jelas Kompol Andre.

Menurut pemeriksaan, tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. FN disebut meninggal dunia karena sakit.

“(Meninggal karena) sakit. Tidak ada (dugaan kekerasan), keluarga (korban) juga sudah datang,” pungkasnya. (*)