Pati, Patitimes.com – Warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, menyampaikan keresahan akibat banjir rob yang menggenang selama sebulan terakhir. Pasalnya, banjir mengakibatkan permukiman hingga area tambak ikan ikut terendam.
Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menyebutkan siklus banjir memasuki puncaknya menjelang siang hingga sore hari. Genangan air berdampak pada warga yang tinggal di RT 5, kemudian meluas ke tiga RT lainnya.
“Pagi jam 9 sudah mulai naik, puncaknya dari jam 13.00 WIB sampai sore. Permukiman terendam di RT 5, tapi sekarang meluas ke 3 RT lain di wilayah Desa Tunggulsari,” jelasnya, Sabtu (20/6/2026), dikutip Detik.
Tak sampai di sana saja, tambak ikan nilai salin seluas 80 hektar juga terdampak banjir. Kejadian tersebut membuat petambak tidak bisa memanen hasil usahanya, hingga menimbulkan kerugian mencapai Rp 1 miliar.
“Tambak 80 hektare praktis tidak bisa dikelola karena tanggul jebol, tambak ada yang batu tebar, ada yang sudah panen, ada yang masih nunggu minggu lagi mau panen,” terang dia.
“Kerugian mencapai Rp 1 miliar,” dia melanjutkan.
Banjir rob mulai terjadi pada tahun 2022 silam, namun semakin parah selama tiga tahun terakhir. Bahkan, di tahun 2026 dinilai lebih parah jika dibandingkan dengan banjir rob pada tahun 2025 yang lalu.
“Untuk sekarang 2026 ini terparah. Setiap tahun ada kenaikan untuk air pasang. Pada tahun ini Januari, April, Mei 2026 sampai sekarang dalam kondisi rob cukup parah. Karena genangan tidak turun di wilayah RT 5 termasuk di dalam rumah juga,” terang dia.
Terkait hal ini, warga meminta pemerintah segera memperbaiki tanggul jebol selebar 100 meter. Harapannya, banjir kali ini bisa cepat ditangani dan tidak kembali menggenangi pada tahun-tahun berikutnya. (*)


















