Pemkab Pati Giat Promosikan Kekayaan Lokal, Mulai dari Tape hingga Kopi Robusta

Pati, Patitimes.com – Pemkab Pati semakin giat mempromosikan beberapa kekayaan lokal ke tingkat regional hingga nasional. Beberapa kekayaan khas Bumi Mina Tani diantaranya tape Gembong, jeruk Pamelo, hingga kopi Bageng.

Tape Gembong dikenal dengan warnanya yang segar dan menarik, serta teksturnya yang halus dan tidak berserat sama sekali. Produk makanan ini nantinya akan dikenalkan kepada Gubernur, serta sesama rekan bupati dan wali kota di Jawa Tengah.

“Berada di sentra produksi Tape Gembong, tapenya seperti ini, warnanya kuning-kuningan, menarik, rasanya lezat sekali, teksturnya tidak berserat sama sekali,” kata Bupati Pati Sudewo saat kunjungan ke sentra produksi tape Gembong baru-baru ini.

“Inilah produk unggulan dan kekayaan geografis Kabupaten Pati yang akan saya perkenalkan kepada Pak Luthfi, Gubernur Jawa Tengah, serta bupati dan wali kota se-Jawa Tengah,” lanjutnya.

Baca Juga :  Tiga Orang Luka-luka Akibat Insiden Truk Tabrak Warung-Rumah di Gabus

Selain itu, Sudewo juga mengatakan bahwa Pati memiliki hasil pertanian unggulan, yakni jeruk Pamelo. Jenis jeruk ini dinilai memiliki rasa yang manis dengan daging tebal dan tidak berbiji, banyak air, serta lembut teksturnya.

Untuk mempertahankan kualitasnya, ia mendorong petani memetic buah pada usia yang tepat. Menurutnya, kualitas yang tinggi bisa memberikan harga jual yang bersaing, sehingga harapannya petani mendapat keuntungan.

“Ini jeruk Pamelo unggulan Kabupaten Pati. Rasanya manis, teksturnya lembut, airnya banyak, tidak pahit, tidak berserat, dan tidak berbiji,” ungkapnya.

“Saya minta kepada kelompok tani dan pedagang agar tidak memetik jeruk saat masih muda. Petiklah jeruk pamelo yang sudah tua karena kualitasnya tinggi, rasanya enak, dan harganya juga tinggi,” tegas Sudewo.

Baca Juga :  Lestarikan Bahasa Jawa Dialek Muria, Bupati Kudus: Dialek Pati, Jepara, Blora, dan Kudus punya keunikan

Selain tape dan Pamelo, Pati juga memiliki produk unggulan lainnya berupa kopi Robusta yang dibudidayakan di Kecamatan Gembong, Cluwak, dan Gunungwungkal. Potensi kopi Bageng di Gembong akan lebih dikembangkan lagi di tahun 2026.

“Saya sangat bangga punya kebun kopi robusta ini. Di tahun 2026, untuk Kecamatan Gembong kebutuhan bibit kopi sekitar 120 ribu pohon dan akan kami bantu melalui APBD Perubahan 2026. Untuk Kecamatan Cluwak dan Gunungwungkal sedang dalam pendataan,” pungkasnya. (*)