Pati, Patitimes.com – Ruas jalan dan talud jembatan Sungai Widodaren, Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi, amblas usai hujan intensitas tinggi melanda wilayah itu kemarin malam. Akibatnya, lalu lintas jalan Lumbungmas-Watesaji terhambat.
Kepala Desa Lumbungmas, Sutik mengatakan, hujan disertai petir terjadi sejak Senin (30/3/2026) malam. Air hujan yang turun menyebabkan tanah tergerus hingga menyebabkan talud sungai setinggi 3 meter tersebut longsor ke sungai.
“Semalam hujan yang lebat dan disertai petir, pada waktu Magrib pukul 18.30 WIB sungai sebenarnya tidak banjir besar hanya banjir kecil,” kata Sutik, Selasa (31/3/2026), dikutip Detik.
Menurutnya, fondasi talud sungai tersebut sudah tua karena dibangun sejak tahun 1990-an, serta kondisinya sudah retak di beberapa bagian. Sehingga, jika hujan intensitas tinggi melanda, longsor rawan terjadi.
“Karena fondasi terlalu tua, karena pembangunan sudah tahun 1990-an, sehingga pun sudah agak retak-retak dengan hujan lebat dan terjadi seperti ini longsor di tebing sayapan Sungai Widodaren Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi,” lanjut dia lagi.
Jembatan tersebut merupakan akses jalan satu-satunya yang paling cepat ke Dukuh Morotoko, Desa Watesaji. Sementara, alternatif lainnya harus memutar hingga puluhan kilometer sampai dengan melintasi wilayah Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.
“Untuk akses menuju ke wilayah ke Dukuh Morotoko, Desa Watesaji, ini agar terhambat karena jalan tinggal separuh saja,” jelasnya.
Pihak desa mengaku telah melapor ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pati untuk segera memperbaiki jalan dan jembatan. Diketahui, area tersebut merupakan salah satu kewenangan Pemerintah Kabupaten Pati.
Selain itu, kendaraan berat juga sebaiknya tidak melewati area tersebut sampai dengan jalan layak dilalui lagi.
“Tadi pagi sudah disurvei dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pati karena ini kewenangan dari Pemkab Pati. Harapan kami untuk segera ditanggul kembali karena ini akses satu-satunya warga Watesaji,” kata Sutik.
“Untuk truk kami imbau tidak melewati dulu. Untuk mobil kecil masih bisa melewati,” lanjutnya. (*)
















