Semarang, Patitimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap ekosistem kreatif, termasuk bagi dunia perfilman.
Dalam hal ini, dukungan tersebut berdasar pada esensi sebuah film yang dinilai memiliki kekuatan besar untuk dapat membangun karakter, menyebarkan nilai kemanusiaan, hingga memperkenalkan wajah kota kepada khalayak yang lebih luas.
“Semarang tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju secara fisik, tetapi juga sebagai kota yang memberi ruang bagi lahirnya karya-karya kreatif yang menginspirasi,” ujar Wali Kota (Walkot) Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, belum lama ini.
“Kami ingin Semarang menjadi rumah yang nyaman bagi para sineas untuk bercerita, berkarya, dan menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat,” tambahnya.
Komitmen ini telah berhasil direalisasikan pada Rabu (03/06/2026) lalu, ketika Agustina mengajak masyarakat Kota Semarang untuk nonton bareng film “Jangan Buang Ibu” di Studio XXI Paragon Semarang, jelang penayangan nasionalnya pada 25 Juni 2026 mendatang.
Film tersebut sengaja dipilih Agustina karena menurutnya, pembangunan kota tidak cukup jika hanya diukur berdasarkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga dibangun oleh keluarga yang kuat, masyarakat yang berempati, dan budaya yang terus hidup melalui karya kreatif.
“Ketahanan kota berawal dari ketahanan keluarga. Dan dalam keluarga, ibu sering menjadi fondasi utama yang menjaga kasih sayang, pendidikan karakter, dan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, memuliakan ibu sesungguhnya adalah bagian dari membangun peradaban,” jelasnya.
Selain itu, Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir juga terus dijadikan sebagai ruang yang nyaman bagi para sineas untuk tumbuh dalam karyanya, menjalin kolaborasi, hingga menghadirkan sejumlah cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Acara yang dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas sosial, hingga pemeran film seperti Reval Hady itu menjadi bukti bahwa sebuah karya film berhasil menjadi jembatan empati yang dapat menyatukan berbagai kalangan.
Di balik pesan kemanusiaan dalam film “Jangan Buang Ibu” yang kuat, penyelenggaraan nonton bareng ini juga menunjukkan wajah Kota Semarang sebagai sebuah wilayah yang semakin terbuka bagi perkembangan industri kreatif dan perfilman nasional. (Adv)



















