Semarang, Patitimes.com – Komitmen Wali Kota (Walkot) Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi semakin mendapatkan pengakuan dari global.
Hal tersebut terlihat dari tingginya minat investor global terhadap proyek Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun.
Dalam hal ini, sebanyak 85 investor dari sejumlah negara tercatat menunjukkan adanya ketertarikan terhadap proyek strategis tersebut. Bahkan, sebanyak enam perusahaan telah melakukan kunjungan secara langsung ke lokasi PSEL Semarang Raya untuk meninjau lokasi proyek.
Tingginya minat investor tersebut menunjukkan terkait dengan adanya peningkatan kepercayaan terhadap kesiapan Kota Semarang untuk melakukan pengembangan proyek pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, yang mendukung transisi menuju energi bersih.
Di samping itu, Walkot Agustina menegaskan bahwa persoalan sampah di Kota Semarang saat ini sudah tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan melalui pendekatan konvensional semata.
Karena menurutnya, diperlukan adanya lompatan inovasi agar sampah tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tetapi juga dapat dilakukan pengolahan menjadi sebuah sumber daya yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.
“Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat,” jelas Agustina. (Adv)



















