Semarang, Patitimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai merealisasikan program Waras Ekonomi, melalui kehadiran destinasi kuliner malam terbaru bernama Bodjong Night Market yang ada di kawasan Kota Lama Semarang.
Dalam hal ini, destinasi kuliner yang buka setiap malam mulai pukul 15.00 hingga 03.00 WIB itu, disebut siap dijadikan sebagai magnet wisata sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif yang ada di jantung ibu kota Provinsi Jawa Tengah.
Dengan menghadirkan 60 tenant pilihan, Bodjong Night Market menawarkan sejumlah jenis kuliner tradisional khas Semarang dan Nusantara hingga sajian kekinian yang ditujukan untuk memberikan pengalaman yang lengkap dan menarik bagi wisatawan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut, Bodjong Night Market sebagai bentuk realisasi program Waras Ekonomi, diharapkan menjadi tempat perputaran uang yang muaranya akan menghasilkan keuntungan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Jadi kita punya program WARAS EKONOMI, sebuah program untuk memberdayakan UMKM,” ujar Agustina.
“Kami berharap kehadiran pasar malam ini mampu memberikan ruang yang luas bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang, serta menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang,” tambahnya.
Program Waras Ekonomi merupakan sebuah inisiasi yang dirancang dengan pendataan (sensus) terhadap 30 ribu UMKM di Kota Semarang, dan selanjutnya akan diklasifikasikan untuk mengetahui kebutuhan riil pelaku usaha, mulai dari legalitas, sertifikasi, hingga kapasitas produksi.
Setelahnya, hasil identifikasi tersebut ditindaklanjuti dengan kurasi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) serta pendampingan yang disesuaikan kebutuhan masing-masing UMKM, seperti finansial, akses jejaring, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan strategi pemasaran.
“Kadang yang dibutuhkan bukan modal, tetapi akses. Ditunjukkan jalannya, dipertemukan dengan mitra, atau diperbaiki kualitas produknya. Itu yang kita lakukan,” jelas Agustina.
Selain perwujudan Bodjong Night Market, Pemkot Semarang juga akan menghidupkan kembali sejumlah pasar yang selama ini dinilai tidak cukup optimal dalam hubungan ekonomi kreatif, seperti kawasan Pasar Johar. (Adv)
















