Semarang, Patitimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus menegaskan komitmennya untuk melakukan peningkatan kualitas terkait layanan darurat, salah satunya melalui Call Center 112.
Atas hal tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang bersama dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun instansi vertikal terkait, bersinergi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dalam hal ini, Kepala Diskominfo Kota Semarang, Didik Dwihartono, menjelaskan bahwa layanan Call Center 112 termasuk pada bagian dari pengembangan konsep smart city yang selama delapan tahun beroperasi ini telah memberikan manfaat nyata.
“Call Center 112 bukan hanya layanan, tetapi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam situasi genting,” ujar Didik.
Pernyataan tersebut telah dibuktikan melalui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kota Semarang yang menunjukkan adanya predikat kategori B (Baik) dengan poin 85,20. Predikat tersebut didapat sepanjang Januari-April 2026 melalui capaian 6.837 laporan darurat yang diterima oleh pihak terkait.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Aspirasi dan Saluran Komunikasi Publik, Ipang Firlandi, mengatakan bahwa capaian tersebut telah dijadikan sebagai sebuah dasar untuk terus melakukan peningkatan terhadap kualitas layanan menuju service excellent atau pelayanan prima.
“Target kami tidak berhenti di angka ini, tetapi terus meningkat seiring kualitas layanan yang semakin baik,” kata Ipang.
Meski begitu, sejumlah permasalahan utama yang terlihat ada pada tumpang tindihnya kewenangan antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos), yang harus diperjelas terkait peran masing-masing.
Hal tersebut diwujudkan dengan penggunaan kanal resmi seperti Lapor Semar Solusi AWP untuk pelaporan mengenai kendala infrastruktur, bukan grup komunikasi informal yang tidak terdokumentasi.
Dengan demikian, Pemkot Semarang optimistis jika layanan Call Center 112 akan semakin responsif dan professional melalui penguatan sinergi di lintas sektoral dan konsistensi implementasi yang ada di lapangan. (Adv)
















