Sempat Ditemukan Terkapar Penuh Luka di Jalan, Pria di Grobogan Tewas Diduga Dianiaya

Grobogan, Patitimes.com – Seorang pria, inisial P (54), ditemukan tergeletak di tepi jalan raya Grobogan dengan kondisi tubuh penuh luka. Korban dugaan penganiayaan itu dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama enam hari terakhir.

Kanit Reskrim Polsek Tanggungharjo, Bripka Dwiyanto, menyebutkan bahwa korban meninggal di rumah sakit pada Senin (9/6/2026). Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi kritis di Jalan Raya Tanggungharjo-Brabo, Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, pada Rabu (3/6/2026).

“Pukul 06.00 WIB korban ditemukan terbaring di tepi jalan raya Tanggungharjo-Brabo, dengan kondisi tidak sadar dan mengalami luka lebam dan berdarah di wajah. Kemudian dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke RS Sultan Fatah,” kata dia, Rabu (10/6/2026), dikutip Detik.

Baca Juga :  Pemuda ODGJ di Grobogan Mengamuk, Lempar Pecahan Semen Hingga Kena Lansia

“Dirawat di ICU selama enam hari, kemudian meninggal dunia. Meninggal hari Senin 8 Juni 2026 pukul 20.55 WIB,” lanjut dia.

Pria inisial P itu merupakan warga Desa Bedani, Kecamatan Tegowanu. Menurut keterangan istrinya, korban terakhir terlihat pada Selasa (2/6/2026) malam sebelum pergi tanpa pamit. Ia sempat menduga korban pergi berziarah di malam hari.

“(Sebelum pergi) tidak ada yang dipamiti, jam 22.00 WIB istrinya pulang kerja di (dapur) MBG, melihat korban masih di rumah,” jelas Dwi.

“Kebiasaan korban kalau malam sering ziarah di kuburan-kuburan,” lanjut dia.

Warga kemudian menemukan korban sudah terkapar di jalan pada keesokan paginya. Saat ditemukan, tidak ada tanda-tanda korban mengonsumsi alkohol. Selain itu, sepeda motor korban ditemukan sekitar satu kilometer dari TKP.

Baca Juga :  2 Remaja Jadi Korban Pembacokan di Dawe Kudus, Korban Lapor Polisi

“Motor ditemukan dengan jarak radius 1 kilometer dari lokasi korban ditemukan, parkir di bekas tambang Dusun Krajan, Tanggungharjo. Dugaan sementara korban penganiayaan,” beber Dwi.

Saat ini, pihak Polsek Tanggungharjo bersama Sat Reskrim Polres Grobogan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penganiayaan. Meski demikian, petugas mengalami kendala karena minimnya saksi.

“Kami masih mendalami karena minimnya saksi-saksi. Saat ini masih pedalaman atau penyelidikan bersama Reskrim Polres terkait kejadian tersebut,” kata Dwi. (*)