Remaja Lampung Tertipu Janji Loker Hingga Terlantar Berhari-hari di Pati

Pati, Patitimes.com – Seorang remaja asal Tulang Bawang, Lampung, diduga jadi korban penipuan lowongan kerja (loker). Akibat kejadian itu, perempuan inisial NS (14) itu terlantar selama tujuh hari di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Awalnya, warga Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo, melihat NS berjalan seorang diri dalam kondisi kelelahan pada Senin (8/6/2026) siang. Warga kemudian meminta bantuan Bhabinkamtibmas, kemudian dilanjutkan ke Mapolsek Tambakromo.

Menurut keterangan NS, ia nekat datang ke Pati karena diiming-imingi pekerjaan dengan gaji Rp5 juta per bulan. Namun, sesampainya di Pati, nomor yang dihubungi tiba-tiba tidak aktif, sehingga ia berakhir tersesat dan tanpa tujuan.

“Asal muasalnya, ada yang memberikan janji mau dipekerjakan. Ada komunikasi aktif lewat telepon, dijanjikan mau dicarikan kerja di Pati ini dengan gaji Rp5 juta per bulan,” terang Petugas SPKT, Aipda Hartono, Rabu (10/6/2026), dikutip Liputan6.com.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Pembangunan Batalyon Baru, Bupati Pati Soroti Kondisi Pegunungan Kendeng

Selama terlantar di Pati, NS terpaksa tidur di depan minimarket hingga masjid di sekitar Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo.

Setelah diantarkan ke Mapolsek Tambakromo, korban diberikan pendampingan, termasuk pemeriksaan kesehatan. Selain itu, pihak kepolisian dan warga setempat aktif memberikan bantuan sebelum dipulangkan ke tempat tinggal asalnya.

“Kami segera melakukan pendataan, memberikan perlindungan sementara, memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan,” ujar Kapolsek Tambakromo AKP Mukhlison.

“Kehadiran Polri tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan pertolongan,” terang dia.

Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan memastikan kondisi NS stabil, personel Polsek Tambakromo mengantar remaja tersebut ke terminal bus antarkota antarprovinsi. Pihaknya juga meminta kru bus mengawasi perjalanan korban hingga tiba di kampung halaman.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Pati: Korban Disebut Sudah Mengadu Sejak 2024

“Kami ingin memastikan anak tersebut, benar-benar berada dalam perjalanan yang aman menuju keluarganya,” tandas Mukhlison. (*)

Berita Terkait