Kasus Dugaan Keracunan di Demak: Dinkesda Sebut Menu MBG Dibawa Pulang

Demak, Patitimes.com – Ratusan santri di empat sekolah Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, disebut baru mengalami gejala keracunan setelah satu jam menyantap menu MBG. Adapun menu MBG yang dikonsumsi di antaranya ada nasi goreng, acar, buah, hingga susu.

Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Demak menjelaskan, menu MBG tersebut tidak langsung dikonsumsi siswa setelah dibagikan, melainkan dibawa pulang. Sebagian santri disebut baru mengonsumsinya di siang maupun sore hari.

“Menu makanan hari Sabtu itu sebagian dimakan oleh anak-anak siswa penerima manfaat, yang sebagian siswa itu menunya tidak dimakan di tempat, tetapi dibawa pulang,” kata Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkesda Demak, Darto Wahab, Minggu (19/4/2026), dikutip Detik.

Baca Juga :  Terbongkar Praktik Peredaran Uang Palsu oleh Sindikat Ibu Anak di Demak, Dibelanjakan ke Pasar

“Makanan tersebut dibawa pulang ke pondok pesantren, salah satunya ke pondok pesantren ini untuk dimakan sore hari. Memang bukan peruntukannya MBG untuk itu dibawa pulang,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Darto mengatakan bahwa siswa yang mengonsumsi menu MBG merasakan gejala berupa mual dan muntah. Sedangkan, beberapa santri diketahui ada yang tidak menyantap menu MBG dan tidak mengalami keluhan kesehatan apapun.

Meski demikian, pihaknya belum menyimpulkan apakah penyebab para santri mengalami gejala tersebut karena menu MBG. Pasalnya, sampel makanan yang dikonsumsi harus diperiksa lebih dulu di Labkesda Provinsi Jateng.

“Kalau yang dikonsumsi di sekolahan itu mereka mengalami keluhan mual muntah itu 1 jam setelah mereka konsumsi. Setelah mereka mengkonsumsi makanan, muncul keluhan itu. Tetapi mereka yang tidak makan, ya, otomatis enggak muncul gejala,” ungkap Darto.

Baca Juga :  Sering Terendam Banjir, Lahan Pertanian 512 Hektare di Demak Kini Bisa Ditanami Lagi

“Kita belum bisa menyimpulkan, makanya kita nanti tinggal tunggu hasil pemeriksaan laboratoriumnya seperti apa. (Saat ini) Baru kita nyatakan sebagai dugaan keracunan makan,” lanjutnya.

Diketahui, menu makanan yang sempat dikonsumsi para siswa adalah nasi goreng, acar mentimun dan wortel, buah jeruk, dan susu. Pihaknya juga telah melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan silang. Hasil pemeriksaan baru keluar sekitar 1-2 minggu mendatang.

“Itu nanti yang akan kita periksa ke laboratorium rujukan regional kita. Untuk hasil sendiri itu nanti akan bisa kita ketahui kurang lebih satu minggu sampai dua minggu berikutnya. Nanti akan kita informasikan,” pungkas Darto. (*)