Dugaan Keracunan MBG Menimpa Puluhan Siswa di SMAN 2 Kudus

Kudus, Patitimes.com – Dugaan keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG) menimpa puluhan siswa salah satu sekolah Kudus. Para pelajar itu mengalami gejala seperti pusing hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG di sekolah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo menyebutkan, kejadian itu terjadi di SMA Negeri 2 Kudus, Rabu (28/1/2026). Saat ini, para korban sedang menjalani observasi di sejumlah rumah sakit.

“Diduga keracunan MBG, korban masih observasi di sekolahan ada yang di RSUD ada yang di Sarkis, RSI, ambulans, juga sudah standby di sekolahan,” jelas dia, Kamis (29/1/2026), dikutip Detik.

Pada Kamis (29/1/2026), beberapa siswa tidak masuk sekolah. Sebanyak 33 siswa melaporkan mengalami gejala keracunan makanan, seperti pusing, muntah, diare, dan sesak setelah para siswa menyantap menu MBG di sekolah sehari sebelumnya.

Baca Juga :  Pendaki Terperosok ke Jurang Saat Menuju Puncak Natas Angin Gunung Muria

“Jadi kejadian itu mulai dari rumah, itu makan MBG kemarin (Rabu) di rumah pada pusing diare, masuk sekolah ada, yang diare, ada yang pingsan,” kata Mustiko Wibowo.

“Sementara 33 siswa, ini tambah lagi. Mengeluh pusing, muntah, diare, sesak,” jelasnya lagi.

Mendapatkan laporan tersebut, Dinas Kesehatan Kudus langsung menuju lokasi. Beberapa siswa yang lemas langsung dievakuasi dengan ambulans, sementara keluhan ringan ditangani tim kesehatan di sekolahan.

“Yang lain masih baik, yang lemas langsung diangkut (dibawa ke rumah sakit),” jelasnya.

Kepala SPPG Purwosari Kudus, Nasihul Umam mengatakan bahwa pihaknya baru mendapatkan laporan dugaan keracunan menu MBG. Menurutnya, makanan yang disajikan saat itu adalah soto ayam suwir

Baca Juga :  Warga Margorejo Pati Mengeluh Sudah 4 Kali Banjir Melanda Sepanjang 2025

“Saya dikabari ada siswa SMAN 2 Kudus yang diare, dan tidak berangkat ke sekolah. Kemudian kami ke sana melakukan klarifikasi terkait dengan menu makanan kemarin,” jelas Umam.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan tersebut. Meski demikian, pihaknya turut mengungkapan permintaan maaf dan akan bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kemarin kami memakai menu soto ayam suwir, dari situ kami sudah meminta maaf atas kejadian hari ini. Salah satu tanggung jawab sakit diare, kami akan membelikan obat, kami juga akan mengganti biaya pengobatan,” jelasnya. (*)