Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir di Kudus-Pati Meluas, Ribuan Warga Terdampak

Patitimes.com – Hujan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir mengakibatkan puluhan desa di Pati-Kudus terendam banjir.

Di Kudus, air menggenangi jalur Pantura hingga menyebabkan kemacetan, serta merendam permukiman di delapan desa dengan ketinggian air bervariasi mulai 20 hingga 80 sentimeter. Banjir di wilayah Kudus itu bahkan telah menelan tiga korban jiwa.

“Jumlah warga terdampak banjir di Kudus meningkat menjadi 14.437 jiwa (4.610 KK). Juga dilaporkan ada tiga korban jiwa,” kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Ahmad Munaji, Selasa (13/1/2025), dilansir MetroTV News.

Tak hanya banjir, tanah longsor juga terjadi di 10 desa di Kecamatan Dawe dengan 24 titik longsor, masing-masing 19 titik di dua desa Kecamatan Gebog, dan satu desa di Kecamatan Bae dengan dua titik.

Sementara itu, korban jiwa merupakan satu orang tertimpa longsor di Desa Menawan, Kecamatan Gebog. Selain itu, dua orang lainnya terseret arus banjir di Desa Bacin, Kecamatan Bae, dan di Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae.

Sementara, di Kabupaten Pati, banjir telah merendam 59 desa di 15 kecamatan, meliputi Pati Kota, Wedarijaksa, Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Tlogowungu, Margorejo, Tambakromo, Gabus, Winong, Batangan, Juwana, Pucakwangi, Jakenan, dan Sukolilo.

Jalur Pantura Pati-Rembang di wilayah Batangan juga sempat terdampak banjir dengan ketinggian antara 20-100 sentimeter.

Menurut informasi, bencana banjir dan longsor di Kudus-Pati dipicu cuaca ekstrem sejak Jumat (9/1/2025). Hujan deras membuat longsoran di Kawasan Gunung Muria, serta meluapnya sejumlah sungai. (*)