Pati, Patitimes.com – Cuaca ekstrem dan hujan intensitas tinggi yang turun sejak beberapa hari terakhir menyebabkan banjir merendam puluhan desa di wilayah Kabupaten Pati. Hal tersebut juga berdampak pada kerusakan infrastruktur dan kerugian bagi warga terdampak.
Bupati Pati Sudewo memastikan penanganan daruat akan dilakukan secara optimal untuk percepatan pemulihan pascabanjir. Salah satunya, perbaikan jalur penghubung Sukolilo–Sumbersoko–Tompegunung yang turut terdampak karena tanggul talud ambrol.
“Arus air dari bendung dan tambak di sekitar lokasi menghantam tanggul hingga ambrol. Jalur ini penting dan harus segera ditangani,” kata Sudewo.
Selain Sukolilo, wilayah terdampak banjir lainnya di Pati adalah Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Akibat banjir tersebut, sebanyak 15 KK atau 56 warga mengungsi di balai desa dengan dukungan layanan dapur umum dan kesehatan.
Sebelumnya, Pemda telah mengerahkan seluruh alat berat yang dimiliki untuk penanganan awal, termasuk pembersihan lumpur dan penataan tanggul. Selanjutnya, upaya difokuskan pada normalisasi aliran sungai guna mengurangi risiko banjir susulan.
Pihaknya juga mencoba berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur yang rusak.
Menurut Sudewo, banjir dipicu oleh hujan lebat yang berlangsung lama, diperparah oleh pendangkalan sungai, tumpukan lumpur, serta akar bambu yang menghambat aliran air. Posisi jembatan yang rendah juga disebut memperlambat arus sehingga memicu luapan air.
Pihaknya tetap mengimbau warga Pati, khususnya di wilayah yang sering terdampak banjir, agar tetap waspada. Selain itu, kehadiran berbagai pihak, mulai dari TNI-Polri, PMI, dan organisasi masyrakat, diharapkan untuk mengurangi beban dan kesulitan masyarakat.
“Kehadiran dan kerja bersama semua pihak sangat berarti untuk meringankan beban masyarakat,” ujarnya. (*)
Redaksi Patitimes.com


















