Remaja di Grobogan Dirundung karena Status WA, Polisi Masih Dalami Kasus

Patitimes.com – Heboh dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang anak perempuan di Kabupaten Grobogan. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami laporan korban terkait peristiwa tersebut.

Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Iptu Vikha Anief Obaydillah, membenarkan adanya laporan dugaan perundungan. Kasus tersebut sedang ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Grobogan.

“Sudah lapor di SPKT Polsek Tegowanu kemudian langsung ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Grobogan,” kata dia, Selasa (22/9/2026), dikutip Detik.

Kejadian tersebut sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Menurut unggahan salah satu akun, aksi perundungan (bullying) diduga terjadi di Desa Curug Kecamatan Tegowanu, pada Minggu (20/9/2026) lalu.

Baca Juga :  Mandi Sambil Main di Embung Nglaroh Blora, Anak 10 Tahun Tewas Tenggelam

Video memperlihatkan korban yang berkaus putih dikerumuni tiga anak perempuan lainnya dan orang yang merekam kejadian itu. Awalnya, mereka berbicara, namun dua orang lainnya tiba-tiba menyerang dengan menampar, membanting tubuh, dan menoyor kepala korban.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Taufik Frida Mustofa, turut mengungkapkan duduk perkara kasus tersebut. Menurut pemeriksaan, korban menuduh salah satu perempuan dalam video berperilaku kurang baik, hingga diunggah di status WA.

“Sudah kami tangani. TKP di wilayah Tegowanu, Minggu sore 20 Sep 2026, kurang lebih jam 17.00 WIB,” kata Taufik.

“Penyebabnya, karena korban menuduh perilaku kurang baik dan membuatkan di status WA salah satu pelaku. Sehingga, korban dilakukan penganiayaan bersama-sama,” lanjut dia.

Baca Juga :  Pria 50 Tahun di Magelang Cabuli Kerabatnya yang Masih di Bawah Umur

Baik pelaku dan korban diketahui masih remaja, rata-rata berusia sekitar 14 hingga 15 tahun. Pihaknya telah memeriksa enam orang saksi, dan polisi masih terus melakukan pendalaman terkait peristiwa ini.

“Saksi-saksi sudah periksa enam orang. Sementara masih kami dalami,” pungkas Taufik. (*)