Pati, Patitimes.com – Kabupaten Pati membutuhkan sampah hingga seribu ton untuk program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Nantinya, program pengelolaan sampah tersebut akan melibatkan tiga daerah, termasuk Kudus dan Blora.
Hal ini turut disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tempat untuk program PSEL akan direncanakan di TPA Sukoharjo, Margorejo.
“Kita sudah aglomerasi dengan tiga daerah, Pati, Kudus dan Blora. Ini sangat memungkinkan,” kata Tulus.
Tulus mengatakan, terkait lokasi tersebut telah ditinjau oleh calon investor dari negeri Tiongkok. Meski demikian, pihaknya belum mengetahui awal pengerjaan pembangunan proyek PSEL, sedangkan Pati saat ini memiliki produksi sampah sekitar 600 sampai 700 ton.
“Kemarin sudah ditinjau dari pihak calon investor yang dari China terkait dengan kesiapan lokasi, dan mereka menyatakan Pati termasuk Kabupaten yang cukup siap untuk lokasi atau pembangunan PSEL,” lanjut dia.
“Yang dibutuhkan 1.000 ton per hari. Kalau potensi yang ada di Pati sekitar 600 sampai 700 ton per hari, sehingga kami masih butuh 300 sampai 350 ton yang itu kalau diambilkan dari Kudus saja sudah cukup, apalagi nanti ada dari Blora,” ungkapnya.
Harapannya, pembangunan PSEL tersebut bisa terealisasi, sehingga permasalahan sampah bisa tertangani. (*)
















