Pati, Patitimes.com – Jumlah korban dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, bertambah menjadi 265 orang.
“Secara global korban yang terlaporkan pagi ini ada 265 bergejala. Bergejala itu artinya mungkin ada mual dan lain-lain,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Joko Leksono Widodo, Kamis (10/09/2026).
Sebanyak 54 siswa menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit Pati. Rinciannya, 23 siswa di RSUD Soewondo, 12 siswa di RS Mitra Bangsa, 18 siswa di Keluarga Sehat Hospital, dan 1 siswa di RS Fastabiq.
Sementara, siswa yang rawat jalan sebanyak 138 siswa, di antaranya 104 siswa di RSUD Soewondo Pati, 31 siswa di RS Mitra Bangsa, serta 3 siswa di Puskesmas.
“Kemudian, yang mondok [red: rawat jalan] di Mitra 31. Di KSH sudah tidak ada. Fastabiq sudah tidak ada. Di puskesmas masih tersisa 3,” lanjut Joko.
Kasus dugaan keracunan tersebut bermula saat para siswa mengonsumsi menu MBG pada Selasa (8/9/2026). Namun, gejalanya tidak langsung dirasakan saat itu juga, melainkan pada sore hingga malam harinya, kemudian berlanjut hingga pagi hari selanjutnya.
Pihak sekolah baru mengetahui insiden tersebut saat para siswa dan guru mengantre untuk bergantian ke kamar mandi pada Rabu (9/9/2026) kemarin.
“Secara umum yang terkena hari Selasa mereka mendapatkan MBG kemudian jam 9 jam 10 malam terjadi gejala paginya ada dua siswa,” paparnya.
Joko mengatakan, pihaknya telah mengirim sampel makanan ke Semarang untuk dilakukan uji lab. Hasilnya kemungkinan akan segera diketahui dalam waktu satu hingga dua pekan mendatang.
“Kita juga sudah mengambil sampel untuk kita kirim ke Semarang. Karena kabupaten Pati sendiri belum mempunyai alat untuk memeriksakan kuman yang ada di makanan tersebut,” katanya.
“Semoga tidak tidak terjadi kuman-kuman yang membahayakan dan artinya tidak memberikan efek kepada anak-anak secara permanen,” dia menambahkan. (*)


















