Terjadi Kebakaran Gudang Sparepart di Kecamatan Jati Kudus, Kerugian Rp1,5 M

Kudus, Patitimes.com – Terjadi kebakaran di gudang suku cadang (sparepart) sepeda motor di Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus. Akibat kejadian itu, barang-barang ludes terbakar hingga pemilik bangunan mengalami kerugian hingga Rp1,5 miliar.

Kejadian ini turut dikonfirmasi oleh Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo. Peristiwa itu terjadi pada Senin (27/7/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WIB di sebuah gudang milik warga Grobogan bernama Muchamad Nasrun.

“Iya benar kejadian kebakaran sekira pukul 09.30 WIB di gudang sparepart sepeda motor di Dukuh Krajan, Desa Jepang Pakis,” kata dia, Senin (27/7/2026), dikutip Detik.

Kejadian bermula saat korban bersama karyawan sedang bekerja menyiapkan sparepart pada pukul 08.00 WIB. Namun, saat salah satu pegawainya menghidupkan blower atau alat penyedot asap, muncul percikan api dari stop kontak.

Baca Juga :  Bus Trans Semarang Terbakar Diduga karena Korsleting Listrik

“Pada pukul 09.30 WIB salah satu karyawan menghidupkan blower atau alat penyedot asap yang ada di gudang tersebut,” jelasnya.

“Pada saat salah satu karyawan menghidupkan blower dengan cara menghidupkan stop kontak tiba-tiba timbul percikan api dan api cepat membesar dan membakar bahan-bahan yang berada di sekitar blower,” lanjut dia.

Setelah muncul kobaran api, pemilik gudang dan para karyawan sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, api membesar karena banyaknya bahan-bahan mudah terbakar yang ada di lokasi tersebut.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran (Damkar). Penanganan kobaran api dilakukan oleh petugas pemadam dari PT Noyorono, BPBD, Satpol PP, dan PT Pura. Api baru dapat dipadamkan pukul 11.45 WIB

Baca Juga :  Dugaan Keracunan MBG Menimpa Puluhan Siswa di SMAN 2 Kudus

Adapun barang yang terbakar terdiri dari 10.000 unit sparepart berbagai macam sepeda motor, blower 1 unit , kompresor 1 unit, dan bangunan yang terbuat dari galvalum dengan luas 20×20 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar. (*)