Semarang, Patitimes.com – Marak kasus pencurian yang menyasar gereja-gereja di Semarang akhir-akhir ini. Sampai dengan April 2026, sebanyak tiga gereja di Kecamatan Getasan dibobol dan alat musik di dalamnya raib diduga dibawa maling.
Kapolsek Getasan, AKP Agus Pardiyono Marinus mengatakan, aksi pencurian terjadi sekali pada bulan Februari, kemudian dua kali pada April. Adapun lokasinya tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Desa Tajuk, Desa Batur, hingga Desa Sumogawe.
“Kejadian Februari diketahui Sabtu (7/2) sekira pukul 06.00 WIB, TKP Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKTJU), Dusun Banaran, Desa Tajuk,” kata Agus, Rabu (22/4/2026), dikutip Detik.
“Kejadian April diketahui Rabu (8/4) sekira pukul 11.00 WIB, TKP Gereja Metodhis Indonesia (GMI) Dusun Krangkeng, Desa Batur dan Selasa (14/4/2026) sekira pukul 11.00 WIB, TKP Gereja Bethel Indonesia (GBI) Dusun Wates, Desa Sumogawe,” lanjut dia.
Menurutnya, ketiga aksi pencurian tersebut menggunakan modus yang hampir sama, yakni dengan mencongkel pintu dan jendela. Selain itu, barang yang hilang semuanya merupakan alat musik dan beberapa perlengkapan lainnya.
“Gereja terkunci, pada umumnya mencungkil ada yang pintu, jendela. Alat musik (yang hilang) gitar, amplifier, keyboard, salon (speaker), dan sebagainya,” ungkap Agus.
Saat ini, penyelidikan dilakukan oleh Polsek Getasan bersama Polres Semarang. Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan, termasuk menganalisis rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.
“Kebetulan gereja-gereja itu ndak ada CCTV, tapi kita sedang mencari CCTV yang sekitaran gereja,” jelas Agus.
“Gereja sudah membikin laporan ke Polsek, kita sudah menindaklanjuti laporan. Unit Reskrim Polsek sudah laksanakan lidik dibackup Resmob Polres,” pungkasnya.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, turut membenarkan adanya kejadian pencurian tersebut. Pihaknya juga menduga bahwa aksi pencurian di tiga tempat tersebut memiliki keterkaitan.
“Kasus ini sedang dalam penanganan kami. Tim sudah kami turunkan untuk melakukan penyelidikan di masing-masing TKP, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti yang ada,” kata Bodia.
“Tidak menutup kemungkinan adanya pola atau keterkaitan antar peristiwa, sehingga ini menjadi fokus dalam proses penyelidikan. Kami mohon waktu untuk mengungkap secara tuntas,” pungkasnya. (*)
Redaksi Patitimes.com



















