Pemkot Semarang Pastikan Keselamatan Warga terhadap Bencana Angin Puting Beliung

Semarang, Patitimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mewujudkan komitmennya untuk terus memastikan keselamatan warga sekaligus memperkuat ketahanan kota terhadap adanya risiko bencana hidrometeorologi, seperti angin puting beliung.

Dalam hal ini, wujud tersebut terlihat dari Pemkot Semarang yang melakukan peninjauan secara langsung ke sejumlah rumah warga yang tercatat mengalami kerusakan akibat angin puting beliung di RT 07 RW 12, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat.

“Kami menerima laporan adanya rumah warga di Gisikdrono yang terdampak angin kencang disertai hujan deras. Malam itu juga jajaran kecamatan, kelurahan, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), serta dinas terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal,” jelas Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Baca Juga :  Wujudkan Pembangunan 2045, Pemkot Semarang Komitmen Optimalisasi Pengelolaan Air

Meski begitu, kerusakan atap rumah hingga robohnya material bangunan yang dipicu oleh kondisi hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Semarang Barat itu tidak berakibat munculnya korban jiwa.

Oleh sebab itu, sejumlah langkah yang diambil oleh Pemkot Semarang untuk melakukan perbaikan pada bagian bangunan yang terdampak langsung, di antaranya pendataan kerusakan, penyaluran bantuan logistik darurat, hingga distribusi terpal bagi rumah rusak terhadap adanya hujan susulan.

“Kami pastikan warga yang terdampak akan mendapat bantuan sesuai ketentuan. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami musibah,” tegas Agustina.

Atas kondisi yang terjadi, Agustina memberi imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi, dengan mamastikan kondisi atap rumah aman, memangkas dahan pohon rawan tumbang, juga segera melapor ke perangkat setempat jika menemukan adanya potensi bahaya.

Baca Juga :  Sembiz 2025 ke-18, Pemkot Semarang Dorong Ekonomi Inklusif

“Kita tidak bisa menghindari cuaca ekstrem, tetapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci,” pungkasnya. (Adv)