Sampah Plastik Ternyata Bisa Diubah Jadi Eco Hex Brick

Demak, Patitimes.com – Sampah plastik ternyata bisa diubah menjadi eco hex brick atau paving heksagonal yang ramah lingkungan. Paving berbentuk heksagonal ini kemudian difungsikan sebagai pemecah ombak wilayah pesisir.

Upaya inovasi ini digencarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

“Kita kerja sama dengan CSR (Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial dan lingkungan) BRI itu mengolah plastik menjadi eco hex brick,” terang Sekretaris DLH Demak, Sudarwanto, dikutip Detik.

Proses daur ulang sampah plastik ini dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Berahan Kulon, Kecamatan Wedung. Sampah plastik tersebut dipotong menjadi ukuran lebih tipis, dilelehkan, kemudian dicampur dengan pasir dan dicetak menjadi eco hex brick.

“Pembuatan eco hex brick ini dilakukan di TPA Berahan Kulon, Kecamatan Wedung. Jadi sampah plastik yang tipis-tipis itu diolah, dilelehkan, kemudian dicampur dengan pasir, kemudian dicetak sedemikian rupa,” terang Sudarwanto.

Baca Juga :  Dua Remaja di Demak Tewas Tersetrum Jebakan Tikus di Area Persawahan

TPA Berahan Kulon disebut mampu mencetak 12 eco hex brick dalam sehari, per buah beratnya sekitar 40 kilo. Sementara, sebanyak 86 cetakan saat ini sudah dikirim ke Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung untuk dimanfaatkan sebagai pemecah ombak.

Eco hex brick yaitu semacam paving tapi (ukurannya) besar sekali. (Beratnya) seperti satu (sak) semen itu (sekitar) 40 kilo,” kata dia.

“Kapasitas perhari 12 eco hex brick kita cetak. Ini sudah ada 86 cetakan yang yang kemarin sudah kita kirim ke Timbulsloko untuk dimanfaatkan sebagai alat pemecah ombak,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait