Patitimes.com- Mata panda atau lingkaran gelap di bawah mata sering dianggap sebagai tanda seseorang kurang tidur. Padahal, kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan tidur. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan area bawah mata terlihat lebih gelap, mulai dari faktor genetik, penuaan, alergi, paparan sinar matahari, hingga kondisi kesehatan tertentu.
Menurut Mayo Clinic, mata panda terjadi ketika kulit di bawah kedua mata mengalami perubahan warna sehingga tampak lebih gelap dibandingkan area kulit di sekitarnya. Warna lingkaran gelap dapat berbeda pada setiap orang, mulai dari keunguan, kebiruan, cokelat tua, hingga kehitaman, tergantung warna kulit.
Meski umumnya bukan masalah kesehatan serius, mata panda dapat membuat wajah terlihat lelah dan kurang segar. Lantas, apa saja penyebab mata panda dan bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab Mata Panda
Kurang tidur memang dapat membuat mata panda semakin terlihat jelas, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Beberapa kondisi yang dapat memicu lingkaran gelap di bawah mata antara lain:
- Kelelahan dan kurang tidur.
- Faktor genetik atau riwayat keluarga.
- Dermatitis atopik atau eksim dan dermatitis kontak.
- Kebiasaan menggosok atau menggaruk mata.
- Penuaan yang menyebabkan kulit semakin tipis dan lapisan lemak di bawah mata berkurang.
- Melasma atau hiperpigmentasi pascaperadangan.
- Paparan sinar matahari berlebihan.
- Alergi, termasuk alergi musiman.
- Dehidrasi.
- Gangguan tiroid.
- Kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi.
- Efek samping obat tetes mata tertentu untuk glaukoma, seperti bimatoprost dan latanoprost.
Selain itu, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan stres juga dapat membuat tampilan mata panda semakin menonjol.
Menariknya, area bawah mata yang terlihat gelap belum tentu disebabkan oleh perubahan warna kulit. Pada sebagian orang, tampilan tersebut sebenarnya merupakan bayangan akibat kelopak mata yang bengkak atau area cekung di bawah mata (tear trough). Kondisi ini dapat menjadi semakin terlihat seiring bertambahnya usia.
Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Mata Panda?
Mata panda dapat dialami siapa saja. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi.
Orang dengan warna kulit lebih gelap cenderung lebih rentan karena tingkat pigmentasi yang lebih tinggi dapat membuat perubahan warna di sekitar mata terlihat lebih jelas.
Usia juga menjadi salah satu faktor. Seiring bertambahnya usia, kulit di sekitar mata menipis dan lapisan lemak berkurang sehingga pembuluh darah maupun cekungan di bawah mata dapat terlihat lebih nyata.
Faktor keturunan juga tidak boleh diabaikan. Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki lingkaran gelap di bawah mata, seseorang dapat memiliki kecenderungan serupa.
Cara Mengatasi Mata Panda di Rumah
Untuk mata panda ringan hingga sedang, beberapa perubahan kebiasaan dan perawatan sederhana di rumah dapat membantu mengurangi tampilannya.
1. Tidur cukup dan berkualitas
Pastikan tubuh mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam. Saat tidur, posisi kepala sedikit lebih tinggi dengan tambahan bantal juga dapat membantu mengurangi pembengkakan di sekitar mata.
2. Gunakan kompres dingin
Kompres dingin dapat membantu membuat pembuluh darah yang terlihat lebih jelas menjadi kurang menonjol sekaligus mengurangi pembengkakan. Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin dan tempelkan dengan lembut di area mata.
3. Coba irisan mentimun
Irisan mentimun yang dingin dapat memberikan sensasi menyegarkan dan membantu menenangkan area mata yang terasa lelah atau bengkak.
4. Gunakan skincare yang sesuai
Produk perawatan kulit dengan kandungan antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E dapat menjadi pilihan untuk membantu merawat area bawah mata. Produk khusus mata juga tersedia dengan berbagai kandungan, termasuk kafein dan vitamin K.
Namun, karena kulit di sekitar mata sangat tipis dan sensitif, pilih produk yang memang diformulasikan untuk area tersebut.
5. Jangan lupa sunscreen
Paparan sinar ultraviolet dapat memperburuk hiperpigmentasi. Gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30 dan lindungi area sekitar mata dengan hati-hati. Kacamata hitam dengan perlindungan UV juga dapat membantu.
6. Kurangi alkohol dan berhenti merokok
Kedua kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk pada kondisi kulit dan membuat wajah terlihat lebih kusam atau lelah.
7. Gunakan concealer
Jika membutuhkan solusi instan, concealer dapat digunakan untuk menyamarkan lingkaran gelap. Meski tidak mengatasi penyebabnya, makeup dapat menjadi cara praktis untuk membuat wajah terlihat lebih segar.
Kapan Mata Panda Perlu Ditangani Dokter?
Jika berbagai perawatan rumahan tidak memberikan perubahan atau lingkaran gelap muncul bersama gejala lain, konsultasi dengan dokter kulit atau dermatolog dapat menjadi pilihan.
Dokter dapat membantu menentukan penyebab mata panda dan memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai. Beberapa pilihan medis mungkin tersedia untuk kasus tertentu, tetapi area bawah mata sangat sensitif sehingga prosedur sebaiknya hanya dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten dan berpengalaman.
markom Patitimes.com


















