Tren Quiet Luxury Geser Makeup Tebal, Kulit Sehat Kini Jadi Simbol Status Baru

Patitimes.comTren kecantikan terus mengalami perubahan. Jika beberapa tahun lalu wajah dengan contour tegas, foundation berlapis, dan makeup glamor menjadi standar kecantikan yang banyak diminati, kini arah tren mulai bergeser. Kulit sehat, bercahaya, dan terlihat natural justru semakin menjadi incaran.

Fenomena ini sejalan dengan popularitas quiet luxury, sebuah gaya yang mengutamakan kesan elegan, sederhana, dan tidak berlebihan. Dalam dunia kecantikan, quiet luxury diterjemahkan melalui kulit yang terawat, makeup tipis, serta tampilan wajah yang tetap menunjukkan karakter alami.

Bahkan, kulit dengan tampilan mulus dan bercahaya kini mulai dipandang sebagai bentuk kemewahan baru.

Principal strategic foresight analyst di The Future Laboratory, Alice Crossley, mengatakan bahwa kulit yang tampak sehat dan terawat telah berkembang menjadi lebih dari sekadar standar kecantikan.

“Kulit mulus sebening kaca telah menjadi simbol status tertinggi di zaman kita,” kata Crossley, seperti dikutip Hello! Magazine.

Menurutnya, pori-pori yang tampak minimal, minim peradangan, dan wajah yang terlihat bercahaya dari dalam tidak lagi hanya diasosiasikan dengan faktor genetik. Kondisi kulit tersebut juga dapat mencerminkan gaya hidup, kedisiplinan, serta akses seseorang terhadap produk premium, teknologi kecantikan, dan berbagai perawatan kulit.

Baca Juga :  Tren Quietcation: Liburan Tenang Jauh dari Hiruk Pikuk Kota

Kulit Sehat Jadi Standar Baru dalam Tren Kecantikan

Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran cara masyarakat memandang kecantikan. Kulit sehat kini tidak hanya menjadi tujuan skincare, tetapi juga bagian dari citra diri.

Estetika clean girl yang populer melalui figur publik seperti Hailey Bieber menjadi salah satu contoh. Tampilan tersebut mengedepankan kulit glowing, alis natural, rambut tertata, serta makeup yang terlihat sederhana.

Namun, di balik kesan “natural” tersebut terdapat perhatian besar terhadap kondisi kulit. Skincare menjadi fondasi untuk menciptakan wajah yang terlihat segar tanpa harus ditutupi makeup tebal.

Crossley melihat fenomena ini sebagai bagian dari perubahan gaya hidup yang lebih luas. Tren hidup awet muda, eksplorasi terhadap fungsi biologis tubuh, hingga semakin berkembangnya estetika medis ikut mendorong masyarakat untuk berinvestasi pada kondisi kulit.

Rutinitas skincare bahkan mulai diperlakukan seperti target produktivitas. Produk dan tahapan perawatan dipilih secara lebih terukur dengan harapan menghasilkan perubahan yang dapat terlihat.

Dengan kata lain, kulit bukan lagi sekadar kanvas untuk makeup. Kulit itu sendiri kini menjadi pusat perhatian.

Glass Skin dan No Makeup Makeup Semakin Populer

Popularitas glass skin juga memperkuat perubahan tersebut. Tampilan kulit yang lembap, sehat, bercahaya, dan tampak halus menjadi salah satu gambaran kecantikan modern.

Baca Juga :  Tren Quietcation: Liburan Tenang Jauh dari Hiruk Pikuk Kota

Namun, tren ini tidak berarti makeup sepenuhnya ditinggalkan. Sebaliknya, makeup digunakan secara lebih strategis.

Konsep no makeup makeup look menjadi pelengkap untuk menyempurnakan tampilan tanpa membuat wajah terlihat terlalu banyak dikoreksi. Concealer tipis, tinted moisturizer, blush natural, lip tint, dan highlighter dengan hasil lembut menjadi pilihan untuk mempertahankan kesan segar.

Tujuannya bukan lagi menciptakan wajah yang berbeda, melainkan membuat wajah terlihat seperti versi terbaik dari dirinya sendiri.

Quiet Luxury Menggeser Makeup Glam Berlebihan

Tren quiet luxury beauty juga menandai perubahan dari era makeup yang sangat terkoreksi. Makeup artist Pati Dubroff melihat adanya pergeseran budaya dalam cara orang memandang wajah dan kecantikan.

Selama bertahun-tahun, contour tebal, makeup glamor, filter digital, serta teknik koreksi wajah menjadi bagian dari rutinitas kecantikan. Kini, muncul keinginan untuk kembali memperlihatkan kulit dan ekspresi secara lebih alami.

“Kini, ada momen kembali untuk memercayai wajahmu. Membiarkan kulit terlihat seperti kulit, dan membiarkan ekspresi serta emosi yang memimpin,” ujar Dubroff.

Baca Juga :  Tren Quietcation: Liburan Tenang Jauh dari Hiruk Pikuk Kota

Dalam pendekatan tersebut, makeup berfungsi untuk menyempurnakan, bukan mengubah bentuk wajah. Riasan yang terlalu berat perlahan digantikan oleh produk yang lebih ringan dan praktis.

Tren ini juga membuat rutinitas kecantikan terasa lebih sederhana. Alih-alih menggunakan banyak produk untuk menciptakan ilusi kulit sempurna, perhatian justru diarahkan pada perawatan dasar.

Skincare Tetap Jadi Fondasi Utama

Meski tren makeup terus berubah, satu hal yang tampaknya semakin kuat adalah pentingnya skincare. Kulit yang sehat menjadi dasar sebelum seseorang menggunakan makeup apa pun.

Dubroff bahkan menekankan bahwa tampilan wajah yang baik tidak dimulai dari foundation, melainkan dari persiapan kulit.

“Ini dimulai dari kulit. Bukan foundation, melainkan persiapan,” tegasnya.

Pandangan tersebut menggambarkan arah baru industri kecantikan. Konsumen semakin mencari produk dan rutinitas yang mampu mendukung kesehatan kulit sekaligus menghasilkan tampilan natural.

Pada akhirnya, quiet luxury dalam dunia kecantikan bukan hanya tentang menggunakan produk mahal. Tren ini lebih jauh berbicara tentang bagaimana kulit yang terawat, sehat, dan tampak natural menjadi bentuk kemewahan baru.

Berita Terkait