Pati, Patitimes.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berupaya memastikan telur dari peternak lokal terserap untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara maksimal. Sebagai langkah awal, dilakukan pendataan dan geotagging peternak unggas.
“Pemkab Pati sedang menyusun data peternak lokal sekaligus melakukan geotagging. Ini untuk memastikan peternak yang ada benar-benar terverifikasi dan siap memasok kebutuhan MBG,” kata Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra beru-baru ini.
Pendataan bertujuan untuk membangun mekanisme penyerapan telur lokal secara lebih terukur. Penyaluran pasokan bahan baku juga akan dievaluasi secara bertahap untuk memastikan produk lokal masuk dalam rantai pasok MBG.
“SPPG yang tidak menyerap pasokan dari peternak lokal akan kami panggil untuk dilakukan evaluasi. Namun, untuk penindakan atau pemberian sanksi merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional,” ujar Chandra.
Permasalahan yang dirasakan oleh peternak di Pati tak luput dari harga pakan yang semakin mahal. Pasalnya, harga pakan merupakan komponen dengan kontribusi terbesar terhadap harga pokok produksi (HPP) telur.
Maka dari itu, dalam waktu dekat, pihaknya bersama asosiasi peternak akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi atas permasalahan ini.
“Minggu depan, kami bersama asosiasi peternak berencana ke Kementerian Pertanian. Kami ingin mencari solusi agar harga pakan bisa lebih murah,” tutur Chandra.
“Kalau persoalan pakan bisa kita tekan, posisi peternak akan lebih kuat. Kami akan mencari solusi ini bersama asosiasi dan Kementerian Pertanian,” katanya lagi.
Selain itu, pihaknya juga akan menjalin koordinasi bersama pasar modern agar penyerapan telur peternak lokal tidak terbatas pada jalur tertentu saja.
“Kami juga sedang berkoordinasi dengan modern market agar produk peternak lokal Pati bisa terserap di sana,” ujar Chandra. (*)


















